Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Kamis Pon, 14 Desember 2017 (25 Rabiul Awwal 1439H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 mimpi mempengaruhi kesehatan fisik dan mental

 oei gin djing akupuntur dan pijat untuk gangguan mata

 jimat tentara kamboja

 tak semua tanaman herbal indonesia dimanfaatkan potensinya

 mengenal keajaiban air zamzam



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi Batu Permata

Pengalaman Spiritual Keturunan Pangeran Diponegoro

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
Keturunan Pangeran Diponegoro punya banyak cerita. Tak cukup waktu dua jam untuk mengisahkan keluarga mereka. Satu hal yang menarik adalah tentang karomah atau kemampuan mistis yang dimiliki para pewaris darah Sang Pangeran.

Cerita ini disampaikan oleh Ki Roni Sodewo, Abdul Wafa, Damon Yusuf Martadiredja dan Pancawati Dewi. Keempatnya merupakan generasi ketujuh dan kedelapan dari Pangeran Diponegoro.

"Saya pernah melihat tombak Kiai Singkir milik mbah buyut saya. Tombak itu dikeluarkan pas jemur padi gabah. Kalau ada mendung mau hujan, tombak itu ditancapkan lalu hilang mendungnya," kata Ki Roni saat berbincang dengan detikcom di area pemakaman Pangeran Djunet Dipolinggo, anak pangeran Diponegoro, di kawasan Ciapus, Bogor, Jabar, pekan lalu.

Salah satu sesepuh dari keluarga Pancawati bahkan memiliki ilmu kebatinan dan pengobatan tradisional. Sampai-sampai sang eyang pernah diberi penghargaan dari universitas di Prancis karena kemampuan mengobati tadi.

"Ada juga eyang kami yang bisa menguasai ilmu horoskop Jawa," imbuhnya.

Selain karomah, pusaka juga diwariskan oleh para sesepuh hingga generasi terkini. Sebagian besar, pusaka itu berbentuk keris.

"Kebanyakan Keris. Di tempat kami ada. Tapi saya tidak bisa memastikan apakah keris ini dari Pangeran Diponegoro atau keturunan lainnya," terang Roni kembali menimpali.

Keris-keris itu kini dirawat dan diwariskan turun temurun. Mereka kadang mengeluarkannya bila ada acara-acara tertentu.

Di balik semua kisah tentang pusaka dan kesaktian, keluarga memiliki 'warisan' yang lebih penting dari para leluhur, yakni cara hidup sederhana, jujur, tegas dan berani serta bijaksana.

"Jadi Diponegoro itu tidak meninggalkan warisan apa-apa selain ilmu," terangnya.

Para keturunan pangeran Diponegoro punya pengalaman spiritual masing-masing. Ada yang pernah bermimpi melihat batu tempat salat Sang Pangeran hingga menyaksikan penampakan cahaya misterius di pemakaman.

Hal ini terungkap lewat penuturan para keturunan generasi ketujuh dan kedelapan pangeran termasyhur tersebut yang diwawancarai detikcom. Mereka adalah: Ki Roni Sodewo, Abdul Wafa, Damon Yusuf Martadiredja, dan Pancawati Dewi.

"Saya pernah mimpi tiga kali tentang ? sebuah tempat yang ada lembah dan jurang, lalu ada mata airnya. Saya ikutin mata airnya lalu ketemu jembatan. Tiga kali mimpinya sama," kata Ki Roni Sadewo saat ditemui di area pemakaman pangeran Djunet Dipolinggo, anak pangeran Dipenogoro, di Bogor.

Ki Roni yang merupakan keturunan dari pangeran Alip atau Ki Sodewo ini lalu menelusuri tempat tersebut. Tempat yang dicari pertama kali adalah Bukit Menoreh, di Jawa Tengah, yang merupakan tempat bermainnya semasa kecil. Profil area tersebut cocok dengan gambaran di mimpinya.

"Waktu itu hari Rabu saya masih ingat beberapa tahun lalu. Saya pergi naik motor padahal badan meriang," ceritanya.

Belum sampai di bukit, dia melihat ada kecelakaan. Seorang anak remaja terjatuh dari motornya hingga cedera. Roni pun membantunya dengan meminta warga sekitar membawa korban kecelakaan tadi menggunakan motornya. Sambil menunggu motor dipakai, dia beristirahat di sebuah warung.

Di situ, kemudian Roni bercerita soal mimpinya kepada ?pemilik warung. Ternyata, tempat yang dimaksud Roni letaknya memang di bukit Menoreh, namun berada di tengah hutan. "Di sana ada Dusun Beteng. Akhirnya saya cari dan ketemu. Lalu ketemu sesepuh di sana dan diajak ke tempat dalam mimpi saya. Memang sama persis," cerita pria yang menjadi initiator komunitas keturunan Diponegoro ini.

Di dusun tadi, Roni menemukan tiga batu yang ada dalam mimpinya. Batu pertema, berbentuk datar yang disebut para sesepuh tempat salat Pangeran Diponegoro, lalu ada batu bulat yang diyakini sebagai tempat semedi, ketiga ada batu datar dengan ukuran yang lebih besar untuk alas istirahat Sang Pangeran.

"Batu datar itu juga tempat menyandarkan senjata pangeran. Nama lokasinya kini dikenal dengan alas Sido Kampir," terangnya.

?enapa tempat itu dipilih jadi lokasi istirahat Pangeran Diponegoro? Berdasarkan cerita dari penduduk setempat, lokasi itu memang cocok untuk perang gerilya. Seluruh areanya dikelilingi bukit, sehingga memudahkan pasukan Jawa untuk mengintai Belanda.

"Pangeran dulu mau singgah ke situ 1 suro, tapi baru muncul 3 suro. Sampai sekarang, Setiap tanggal 3 suro masih ada acara di situ," cerita Roni lagi.

Para keturunan Pangeran Diponegoro dari trah Pangeran Djunet punya cerita spritual sendiri. Damon, salah satu keturunan sang pangeran menuturkan, pernah melihat cahaya putih menyilaukan keluar dari makam pangeran Djunet. Kala itu, dia sedang berziarah bersama keluarga lainnya.

"Cahayanya hanya bisa dilihat pakai kamera. Tapi begitu difoto tidak ada, dilihat pakai mata telanjang pun nggak bisa. Ada empat orang yang melihat waktu itu," cerita Damon yang diamini oleh Pancawati dan Abdul Wafa.

Abdul Wafa juga punya cerita. Pria yang menjadi pengasuh pondok pesantren di area tersebut sering mendapat laporan dari warga, soal sosok penampakan pria berkuda putih dan bersorban keluar dari sekitar pemakaman.

?"Istri saya kalau lagi sakit cerita. Suka dijampe sama Eyang (Djunet). Lalu coba ngobatin," ungkapnya.

Fenomena ini kata para keluarga adalah bagian dari pengalaman spiritual masing-masing. Mereka menegaskan, para keturunan Diponegoro tetaplah manusia biasa, termasuk Sang Pangeran sendiri.


Sumber : detik.com

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
mengenal kekuatan mistik harimau

makam eyang qobul, pesugihan untuk wong cilik

mistik hutan leuweungsancang

nasa dikabarkan ubah zodiak dari 12 jadi 13

mengenal dunia peri

heboh kucing mampu ramalkan kematian seseorang

berbagai mitos akhir dunia

legenda mulka payung

menebak karakter seseorang dari cara bersin

meramal kepribadian pria lewat bunga

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Demo Kekuatan Tenaga Dalam oleh John Chang, Dahsyat!
 


[ ADS ]
wisata religi
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2017, IndoSpiritual.com