Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Jum'at Pon, 22 Juni 2018 (8 Syawal 1439H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 khasiat kunyit sebagai obat alternatif

 hidup sehat tanpa obat dengan detoks

 khasiat bawang putih

 kisah pulau ross yang angker di samudera hindia

 obati gigi sensitif dengan herbal



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
pelatihan seni penyembuhan

Pengalaman Mistis Crew Masih Dunia Lain

by : Indospiritual
Kategori : Kisah Misteri
 
Sebenarnya pengalaman nyata ini sudah cukup lama ingin saya ceritakan. Bukan karena saya agak skeptis dengan dunia mistis - karena dalam Al Quran pun disebut tentang mahluk astral ini, tapi karena kesibukan dan sedang hilang mood, kejadian sekitar 8 bulan yang lalu ini urung saya kisahkan dalam blog ini. Untuk saya, dunia ‘mereka’ adalah dunia ‘mereka’ dan saya tidak perlu sampai harus terpengaruh yang bisa mengganggu saya.

Saya masih ingat karena sesuatu hal, saya menyetir sendiri menuju lokasi shoting "[Masih] Dunia Lain" di kawasan Cikeas. Kebetulan pula lokasi program uji nyali ini tidak jauh rumah saya yang berada di Cimanggis - Cibubur. Meski gelap gulita, sepi dan memasuki perkampungan yang senyap sekitar Pkl. 2300 tidak ada rasa takut yang menghantui. Mungkin karena saya sibuk berteleponan dengan crew yang menuntun saya menuju lokasi.

Setiba di lokasi, bekas perkantoran yang terdiri dari 2 bangunan di area yang cukup luas dan penuh pepohonan besar, saya tetap tidak merasakan kesan mistis. Bahkan saya sempat menjejakan kaki ke titik uji nyali di pojok belakang bangunan kedua. Memasuki lorong sempit sejauh 3 meter dan dengan pencahayaan lampu senter, agak mengurangi keleluasaan saya untuk memperhatikan kiri-kanan titik uji nyali. Yang tampak cuma tembok using, lembab, beberapa barang rongsokan tapi atap rumah tampak tidak ada yang bolong. Karena cahaya bulan tidak tampak bila kita menengadah ke atas.

Satu-satunya yang membuat saya agak mistis karena (asap) dupa - satu-satunya barang yang sengaja dipasang tim "MDL" untuk mempengaruhi psikologi para peserta uji nyali. "Tadi ada crew yang kerasukan saat persiapan," ujar Roy, Produser MDL yang menemani saya melihat lokasi uji nyali. Dalam hati, saya menanggapi dengan dingin laporan Roy. "Bukan berarti lokasi ini angker banget", kata saya dalam hati.

"Habis Maghrib tadi anak tukang warung di depan juga kerasukan. Padahal sebelumnya gak pernah kejadian sama sekali," tambah Roy.

"Koq bisa.. Kenapa ?" tanya saya lugu

"Kata Ustadz, ada mahluk astral yang ikut crew…yang keluar dan kebetulan duduk istirahat di warung itu," jelas Roy.

Lagi-lagi saya tidak menanggapi penjelasan Roy. Keluar dari lokasi uji nyali, saya mencoba melihat-lihat lokasi sekitar uji nyali. Memastikan lokasi tidak bisa dimasuki orang lain yang suka iseng menakut-nakuti peserta uji nyali. Dalam pembicaraan jelang live "MDL" tersebut, saya dijelaskan penunggu-penunggu yang ada di areal lokasi uji nyali. Saya sesekali saja memberi komentar. Dan satu per satu peserta uji nyali jalani ‘tugas’ mereka. Ada yang berhasil, tapi lebih banyak yang gagal.

Singkat cerita, sekitar Pkl. 02.00 pun saya pamit kepada Produser dan tim "MDL". "Gue balik duluan yaa.. Semoga semua lancar ya, Roy," kata saya. Keluar dari rumah utama yang cukup besar, tiba-tiba saya merasakan suasana mistis. Di luar memang gelap dan kebetulan tidak ada crew. Sedikit bergegas, saat menuju halaman tempat parker yang jaraknya cuma sekitar 30 meter, saya sempat berpikir untuk menemui Ust. Arief agar ‘check’ tubuh saya. "Kali-kali ada yang nempel," pikiran saya. Tapi hanya karena ini cuma perasaan saja, saya urung balik ke Master Control Room. Apalagi saya lihat di halaman ada beberapa orang. "Pak Andi mau pulang ?" tanya sekuriti TRANSl7 yang menghampiri dan menemani saya menuju kendaraan.

Namun, perasaan takut saya tiba-tiba makin meningkat saat mobil keluar dari area lokasi MDL. Jalan perkampungan yang jarang rumah begitu gelap, sepi dan penuh pepohonan membuat semakin takut. Beruntung saya menggunakan Pajero sehingga jalanan kerikil yang cuma bisa dilalui 1 mobil, saya terobos dengan cepat. Untuk menerangi jalan, saya pergunakan lampu dim. Meski sempat ragu, saya memberanikan mengintip kaca spion dan untuk mengurangi saya takut, saya nyalakan rokok. Jarak menuju jalan besar yang sekitar 500 meter terasa jauh dan lama. Apalagi ada 2 kelokan gelap yang kian membuat saya penuh takut. Saya lupa apakah bulu kuduk berdiri atau tidak. Itu sudah tidak saya rasakan karena kalah dengan rasa takut.

Akhirnya saya tiba di jalan tol Cikeas yang saat itu belum ada penerangan dan tetap senyaaap. Karena jalanan mulus, saya bisa memacu kendaraan hingga 100 km/jam. Saat itu sedikit merasakan bahwa ada mahluk astral yang mengikuti. Ruas Jalan Raya Cikeas dan Jalan Arteri Cibubur yang lebih ramai, tetap tidak menghilangkan rasa takut saya. Bahkan rasa takut itu sedikit bertambah ketika menelusuri jalan tol ruas Cimanggis dan Jl. Cimanggis Boluvard yang juga sepi dan gelap. Fokus dengan kecepatan tinggi adalah usaha saya untuk mengalihkan rasa takut.

Sesampai di rumah dan sebelum masuk rumah, saya langsung lepas sepatu dan mengambil air wudhu. Saya bacakan, "Saya berniat mengambil air wudhu untuk membersihkan diri saya dari mahluk halus yang mengikuti saya, semata-mata karena Allah SWT". Usai menurunkan baju dan bersih-bersih di kamar mandi, semula saya tidak terlalu peduli dengan suara ketok-ketok di depan pintu. Mungkin karena saya sibuk membasuh muka. Namun, saat saya - maaf - buang air besar, saya tersadar bahwa suara ketok-ketok depan pintu itu nyata dan jelas terdengar. Maklum jarak antara teras rumah dan kamar mandi hanya 12 meter. Saya dengarkan dengan seksama untuk membedakan suara binatang atau apapun dengan suara ketokan pintu. Saat itu saya merinding…

Saya langsung teringat dengan moment saat perjalanan pulang dari lokasi MDL hingga proses mengambil air wudhu itu. Keluar dari kamar mandi, saya berdehem dengan keras… Dan sesaat kemudian suara ketokan itu tak terdengar lagi. Wallahualam…

Esok hari saya ceritakan ke istri dan beberapa teman kantor yang memiliki sensifitas terhadap mahluk astral. Termasuk cerita ke Roy, Produser MDL. Mayoritas mereka mengatakan bahwa saya memang diikuti. "Setelah live, Pak Arif masih membersihkan anak pemilik warung itu, Mas. Banyak yang merasuki karena mahluk astral yang menempel," kata Roy.

Jadi untuk teman-teman, memang tidak ada salahnya untuk berwudhu sebelum masuk rumah.

Sumber : andichairil.blogdetik.com

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
kisah spiritual murid mbah sholeh darat

ritual pesugihan kontrak umur di gunung paseban

kisah taksi misterius

kisah ritual gaib untuk merebut kekasih tercinta

tumbal pesugihan kucing hitam

kisah mencari anak yang hilang ke alam siluman buaya

dipinang penguasa laut selatan

kisah manusia yang beristrikan mahluk halus

kisah pelaku pesugihan bukit bawang

kisah memagari rumah dengan macan gaib

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan Bigfoot di Kanada
 


[ ADS ]
wisata religi
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2018, IndoSpiritual.com