Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum batu bertuah
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Jum'at Pahing, 27 Mei 2016 (19 Sya'ban 1437H)   

[ INFO ]

[ KEILMUAN ]

rahasia mengembalikan sihir

kontak dengan sedulur papat

asma gaib dzulfaqor

rahasia puter giling

agar awet muda secara alami

ilmu tapak sakti

ayat kerejekian tingkat tinggi

menundukan musuh secara instan




[ ARTIKEL ]

 arkeolog temukan teks kuno mesir jampi-jampi ampuh pemikat wanita

 inilah hewan yang diyakini mampu lawan sel kanker lebih kuat dari kemoterapi

 makna spiritual menanam ari-ari bayi yang baru lahir

 inilah sepasang batu kepala setan di republik ceko

 turis memotret hantu di hotel stanley yang seram



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi otak untuk dewasa

Tubagus Bambang Sudrajat : Penerus Ilmu Silat Asli Betawi

by : Indospiritual
Kategori : Tokoh
 
sesepuh silat indonesia

Seorang pria mengayunkan golok di tangannya dengan sekuat tenaga, berusaha untuk melukai pria lain di hadapannya. Tiba-tiba, sebelum mata sempat melihat dengan seksama, si pria pemegang golok malah jatuh tersungkur akibat terkena tangkisan lawannya.

Aksi di atas hanyalah latihan yang dilakukan di aula Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, beberapa waktu lalu. Dan pria yang berhasil menghela serangan tadi tak lain adalah Tubagus Bambang Sudrajat, guru besar silat asli dari Betawi.

"Cingkrik goning adalah aliran silat yang mengandalkan kecepatan. Tidak ada hitungan satu, dua, tiga seperti bela diri lain. Yang ada hanya hitungan satu, dan lawan sudah harus jatuh," ujar Bambang, menjelaskan seputar ilmu silat cingkring goning yang ditekuninya.

Ruangan terbuka seluas 10×10 meter persegi, yang letaknya di dalam kompleks padepokan silat TMII itu, setiap Sabtu pagi diramaikan oleh para pecinta silat. Ada para peserta cingkrik goning yang sedang berlatih, anggota forum silat yang asyik mengobrol, bahkan para pengemar silat lainnya yang hanya datang untuk menonton atau berbagi cerita.

"Disini memang pusat latihan cingkrik goning, maka semua orang bisa mencari kami disini setiap Sabtu," sahut Bambang.


Wasiat

Nama cingkrik tercetus karena beberapa gerakan utama dalam silat ini menggunakan satu kaki untuk berlompatan. Nah, lantaran orang Betawi biasa menyebutnya jejingkrikan, maka silat ini kemudian disebut jingkrik atau cingkrik.

Dalam perjalanannya, cingkrik kemudian terbagi dua, menjadi cingkrik sinan dan cingkrik goning. Perbedaan yang paling mencolok dalam duo cingkrik ini adalah, dalam cingkrik sinan, setiap ‘permainan’ menggunakan tenaga dalam atau tenaga gaib.
"Sementara cingkrik goning merupakan silat yang murni menggunakan teknik fisik semata," tambah Bambang.

Seseorang bernama Ainin bin Urim yang biasa dipanggil Engkong Goning-lah yang mendiirikan aliran ini. Orang yang lahir di 1895 dan wafat pada 1975 ini mengajarkan ilmu silat goning di Rawa Belong, Kebon Jeruk dan Jembatan Dua. "Tidak ada yang tahu dari mana Engkong Goning mendapatkan ilmunya," kata Bambang.

Ilmu cingkrik ini, menurut Bambang, ia dapatkan dari salah satu murid Engkong Goning, Usup Utai, yang juga mertuanya. Sambil menyender dengan santai, Bambang mengenang wasiat terakhir Usup Utai sebelum meninggal di tahun 1993.

"Saya dipanggil dan diberikan pesan untuk melanjutkan ilmu silat ini, Usup Utai berkata agar silat ini jangan sampai mati obor," katanya.

Dijelaskan, untuk menguasai ilmu warisan leluhur ini, seseorang harus menguasai empat tahapan. Tahap pertama yaitu menguasai 12 jurus dasar cingkrik goning. Kedua, belajar sambut, ketiga mempelajari aplikasi dari 12 jurus dasar yaitu 80 bantingan khas cingkrik goning, dan yang terakhir adalah jual beli atau sparring.

Keahlian bela diri ini menjadi menarik karena diidentikan dengan kisah Bang Pitung, seorang tokoh jagoan Betawi tempo dulu. Ditambah lagi dengan gerakan-gerakan yang mengandalkan kelenturan dan kecepatan.

"Kebutuhan untuk membela diri sekarang ini cukup tinggi, karena maraknya kejahatan di tengah-tengah kita," kata Bambang.

Seperti bela diri lainnya, cingkrik goning juga mengaplikasi sistem tingkatan, yang tertinggi adalah saat seorang pesilat mendapatkan sabuk merah dengan lima strip. Untuk mencapai tingkatan tersebut memakan waktu maksimal 7 tahun. Bambang sendiri belajar sejak usianya masih 11 tahun, dan mulai mengajarkan ilmu warisan leluhur ini di usia 30 hingga kini di usianya yang sudah 54 tahun.

Sumber : harian republika

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
prof nyoman kertia : pakar temulawak dari ugm

misao okawa : manusia tertua di dunia beberkan rahasia panjang umurnya

gus dur memiliki firasat akan berpulang

kiai hm kholil : punya peninggalan kolam, airnya buat awet muda

kisah tabib sakti di tiongkok

ben breedlove : remaja yang tiga kali lolos dari kematian

timothy doner : jenius poliglot yang menguasai puluhan bahasa

mengungkap jati diri syeikh siti jenar

karomah uwais al qarni

kabar terkini dukun cilik ponari

 
 
loading...
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Manusia dengan Kuping Terkuat di Dunia
 


[ INFO ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]




[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 52



Email : support@indospiritual.com
CopyLeft @ 2016, IndoSpiritual.com