Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Audio Pembangkit Energi Metafisika Haekal Nurjati Prayaurip
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Buka Aura kalung penyembuh penyakit
yoga untuk anak-anak -  pendapat para ahli perihal langsing dengan yoga -  mengenal chi -  pria buta gunakan suara gema untuk naik sepeda -  penelitian tentang near death experience -  metode pengobatan sederhana yang efektif -  isu kiamat 2012, meksiko targetkan kenaikan wisatawan -  dongkrak prestasi, china kombinasikan kung fu dan sepakbola - 
Minggu Legi, 12 Februari 2012 (19 Rabiul Awwal 1433H)  


bisnis forex online

 Hatha Yoga | Prenatal Yoga | Yoga Class | Yoga for Depression

Ingin Pasang Iklan?

[ ARTIKEL ]

 panduan feng shui untuk rumah

 resep herbal untuk obat batuk anak

 menurunkan kolesterol jahat dengan makanan

 tips meningkatkan daya tarik dengan fengsui

 fengshui dalam sudut pandang rasional



[ KEILMUAN ]

ilmu anti marabahaya

ilmu poligami

rahasia mendapatkan ilmu laduni

penyembuhan ilahi metode cepat

asma hijab tolak pesugihan

meningkatkan omset dengan doa penglaris mujarab

ilmu pengasihan sang arjuna

ilmu pukulan godam




[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual
[ NETWORK ]





Follow Me on Twitter



Home > Artikel > Detail
Bookmark TRADISI MALAM PITU LIKUR UNTUK MENYAMBUT ARWAH at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Pelatihan Inti Energi dan Pembukaan Cupu Besi Kursani

Tradisi Malam Pitu Likur Untuk Menyambut Arwah

Kategori : Umum    kirim ke lintasberita.com
 
Masyarakat Lampung Barat memasang tempurung kelapa di sepanjang jalur lintas barat daerah itu guna menyambut Idul Fitri  dan tradisi malam Pitu Likur atau malam 27 Ramadhan. Pitu likur adalah kosa kata bahasa Jawa yang berarti bilangan ke-27, tetapi tradisi itu disebut asli dari Lampung.

"Tradisi malam Pitu Likur terus dilakukan masyarakat Lampung Barat menjelang Idul Fitri. Masyarakat meyakini tradisi tersebut dapat menghormati arwah leluhur," kata warga Pekon (Desa) Canggu, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, Mariam (47), sekitar 269 kilometer dari Bandar Lampung di Canggu.

Dia menjelaskan, tradisi malam Pitu Likur adalah simbol penghormatan dan kemeriahan menyambut Idul Fitri.

"Budaya turun-temurun ini dilakukan guna menghormati arwah leluhur yang biasanya menjelang Idul Fitri akan bertandang pulang dan obor yang digunakan di depan rumah tersebut sebagai sumber cahaya agar leluhur dapat mengenali kediamannya," katanya.

Kemudian, lanjutnya, tradisi ini menjadi kewajiban masyarakat Lampung Barat. "Setiap tahun kami tidak ketinggalan menggelar prosesi malam Pitu Likur, bahkan akan terkesan kurang bila tradisi ini tidak dilakukan, sehingga tradisi nenek moyang ini terus abadi sepanjang masa," katanya.

Ia mengatakan, mayoritas masyarakat yang tinggal di Lampung Barat melakukan tradisi malam Pitu Likur. "Masyarakat yang memang asli orang Lampung akan menjalani tradisi malam Pitu Likur karena tradisi adat tersebut sudah menjadi darah daging masyarakat dalam menyambut Idul Fitri dan malam ini sepanjang jalur lintas barat terlihat terang dengan bakaran tempurung kelapa dan obor," katanya.

Tradisi malam Pitu Likur menjadi tradisi masyarakat Lampung Barat menjelang Idul Fitri dan mereka menyakini tradisi itu akan dapat memberikan jalan terang kepada leluhur yang hendak pulang rumah.

Kepercayaan ini masih dipegang teguh oleh masyarakat, bahkan setiap tahun tradisi ini terus diselenggarakan sebagai simbol kecintaan terhadap leluhur yang hendak menjenguk keluarga.

Tradisi itu dilaksanakan dengan menggunakan batok kelapa yang disusun memanjang dengan ketinggian satu meter lebih.

Batok tersebut pada malam seusai berbuka puasa akan dinyalakan seiring dengan dilantunkan doa-doa yang dipanjatkan untuk mengirim arwah leluhur mereka.

Tidak hanya batok kelapa yang digunakan, belasan obor juga ikut meramaikan malam Pitu Likur di daerah ini sehingga terlihat jalur lintas barat yang berada di permukiman warga terang dengan cahaya bakaran tempurung kelapa dan obor tersebut.

Kebiasaan masyarakat ini menjadi salah satu upaya pelestarian tradisi menjelang Idul Fitri sehingga tradisi leluhur akan dapat lestari.

Sumber : kompas.com
 
 
 
Dibaca : 1983 kali
KOMENTAR ANDA :


[ IKLAN ]

ilmu gendam



Ingin Pasang Iklan?

[ PRODUK ]

software pemusnah santet dan penarik rejeki

mustika penakluk sukma

program pengamanan dan pemenangan pilkada

ruwatan plus transfer energi hoki

rajah modern penarik rejeki

anti radiasi ponsel gratis



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 207

Page Rank Check



free counters


INDOSP, PO.BOX 5102 / JKT MAMPANG 12700, Indonesia
Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2012, IndoSpiritual.com