|
MENURUT cikal bakal Kaliurang Mbah Sudar, legenda Kaliurang berkaitan dengan kehidupan senapati sebuah kerajaan di Jawa. Dikenal sakti mandraguna. Karena kesaktiannya, lalu mencoba melakukan kudeta terhadap raja. Didukung pasukan yang tangguh dan setia kepadanya. Tapi niatnya tercium raja. Lalu dikirim pasukan yang tak kalah tangguh ke lereng Merapi.
Melihat kemurkaan raja yang kemudian mengirim serdadu elitnya, sang senapati mengeluarkan kekuatan gaib. Meminta dukungan penjaga Merapi untuk memuntahkan lahar ke arah tenggara. Keinginan itu pun direstui. Lahar pun muntah dari puncak Merapi ke arah tenggara. Pasukan raja kocar-kacir dan banyak tewas.
Melihat kehebatan senapati, raja turun sendiri ke medan laga menggebuk musuhnya. Kiatnya tak kalah heboh dengan jurus senapati. Yakni dengan menyebar penyakit yang menyerang di lereng Merapi. Hasilnya menggembirakan. Pasukan senapati banyak yang nyekukruk menderita sakit misterius.
Pasukan senapati yang hampir seluruhnya sakit-sakitan, tiba-tiba mendapat pertolongan tak terduga. Ketika beberapa pasukanya kungkum di sebuah telaga, begitu keluar langsung segar bugar lagi. Mereka lalu ramai-ramai nyemplung ke telaga. Lantaran semua jadi sembuh, telaga itu kemudian diberi nama Telaga Nirmala. Nir artinya kalis atau luput. Mala berarti maut. Arti lengkapnya lalu ‘Telaga Luput Maut’ Hingga sekarang telaga itu diyakini masih berkhasiat menyembuhkan penyakit. Bahkan semua jenis penyakit manusia. Sayang telaga itu sudah mati karena tak terurus. Salah satu sisa pesanggrahan yang hingga kini masih lestari adalah Telaga Putri, menurut cerita diperuntukkan mandi keluarga senapati.
Banyak sisa-sisa peninggalan masih menyimpan misteri. Bahkan kini dicoba dihidupkan untuk menarik wisatawan. Dan akhir dari legenda itu yakni lenyapnya sang senapati. Kemudian raja melestarikan wilayah ini. Di zaman penjajahan, Belanda menggunakannya sebagai lanskap wisata yang sempurna. Sumber : harian pos metro balikpapan |