|

|

| Home >
Artikel > Detail |
|
|
 |
|
Syaifulloh Cucu Pewaris Ilmu Mak Erot |
Kategori :
Tokoh
|
| |
|
Tokoh pengobatan tradisional khusus lelaki, Mak Erot, dikabarkan meninggal dunia pada 5 Juli lalu dalam usia lebih dari 101 tahun. Informasi mengenai meninggalnya Mak Erot tidak dibuka oleh keluarga sehingga baru terdengar setelah beberapa hari kemudian.
Mak Erot yang tinggal di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, wafat karena usia tua. Sejumlah warga Cisolok dan Palabuhanratu yang dihubungi melalui telepon membenarkan kabar meninggalnya Mak Erot.
Informasi yang berhasil dihimpun menyatakan, ribuan pelayat mengantarkan Mak Erot ke peristirahatan terakhir. Sementara itu, pengajian untuk mendoakan arwah Mak Erot dilakukan hingga tujuh hari.
"Emak sudah meninggal dunia. Tetapi, pengobatan tradisionalnya tetap kami jalankan karena kami sudah menerima warisan ilmu pengobatan tersebut dari Mak Erot. Kualitas pengobatan tetap terjamin," kata cucu Mak Erot, H Syaifulloh kepada Warta Kota. Syaifulloh sendiri adalah pewaris utama ilmu mak erot sehingga pengobatan alternatif alat vital ini tidak akan punah.
Syaifulloh mengakui, ketenaran Mak Erot sering digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendompleng. Bahkan, kata Syaifulloh, di Palabuanratu saja ada yang mengaku-ngaku Mak Erot. Biasanya orang itu bekerja sama dengan pengojek sehingga jika ada tamu yang akan ke Mak Erot dibelokkan oleh tukang ojek ke tempat lain. "Kami mendapatkan laporan dari pasien yang katanya pernah ditangani oleh keluarga Emak Erot tapi kok tidak ada khasiatnya. Setelah ditanya kronologisnya akhirnya terungkap bahwa para pasien itu diantar oleh tukang ojek bukan ke tempat ini," ujarnya.
Menurut Syafulloh, sepeninggal terapis legendaris tersebut pihak keluarga tidak mempermasalahkan soal lisensi bagi yang berhak memegang nama Mak Erot. Sebab, mereka berprinsip seluruh ilmu pengobatan alternatif tersebut merupakan milik keluarga besar Hj Erot binti Muntasya dan H Bo'i bin Asban yang mempunyai tujuh anak, yakni Hj Khonijah, Abad (almarhum), Itak (almarhum), H Thobi, H Uyat, Hj Ainah, dan H Nahmin. Ketujuh orang tersebut saat ini sudah beranak pinak.
Cucu Mak Erot, Syaifulloh, mengatakan, sekitar 40 hari sebelum Mak Erot meninggal seluruh keluarga bermimpi Mak Erot dibawa pergi oleh sekelompok orang berbaju serba putih. Tak seorang pun yang bisa menghalangi ahli pengobatan kejantanan itu pergi bersama kelompok tersebut.
Mimpi itu menjadi kenyataan. Mak Erot meninggal di pendoponya. "Emang sempat dirawat di RS Palabuhanratu selama seminggu. Tapi, tujuh hari kemudian mengembuskan napas terakhir," katanya.
Menurut Syaifulloh, sebelum meninggal dunia neneknya sempat meminta seluruh keluarga besarnya berkumpul dan berwasiat agar anak cucunya meneruskan pengobatan terapinya. "Emak juga berpesan agar setiap rezeki yang diperoleh sebagian disumbangkan ke masjid dan pondok pesantren," katanya.
Mak Erot telah tiada. Sesuai wasiatnya, pengobatan kejantanan harus berjalan. Para pewarisnya akan meneruskan terapi pengobatan ala Mak Erot.
Sekadar membuka ingatan, teknik pengobatan ini diperoleh Mak Erot sekitar tahun 1945. Menurut cucunya, Mak Erot mengawalinya dengan berpuasa selama 40 hari. Di sela-sela puasa itulah Mak Erot bermimpi didatangi oleh pria yang mengenakan baju serba putih. Pria itu mengatakan kepada Mak Erot bahwa ilmu yang ia berikan untuk bekal dirinya dan seluruh keturunannya. Ilmu tersebut harus digunakan untuk menolong orang.
Pesan itu benar-benar dilaksanakan Mak Erot yakni menolong pria yang kehilangan kejantanannya. "Selain memberi ilmu, pria itu memberi petunjuk ramuan pengobatan dan doanya," katanya.
Setelah kejadian itu, tidak lama kemudian datang seorang tentara Jepang ke rumah Mak Erot. Tentara itu meminta diobati karena menderita gangguan disfungsi ereksi. "Penyakit tentara Jepang itu dapat disembuhkan. Setelah itu nama Mak Erot menjadi terkenal sampai sekarang," katanya.
Ada pantangan yang tidak boleh dilanggar, yakni pasien harus menghindari makanan serai mentah, terong ungu panjang, dan pisang emas. "Kalau semua pantangan ini dijaga, pasien akan merasakan khasiat sepanjang hidupnya," ujar Syaifulloh.
Sepeninggal Mak Erot, apakah teknik pengobatan ala Mak Erot akan tetap masyhur? Menurut keyakinan Syaifulloh, teknik pengobatan dari neneknya tidak akan meluntur.
Sumber : kompas
|
| |
| |
|
|
| |
| |
|
|
|
|
|
|
|

|
 |