|
KEBESARAN Sang Maha Pencipta senantiasa akan selalu ditunjukkan kepada umat-Nya di muka bumi ini, meskipun terkadang apa yang diperlihatkan sulit diterima oleh akal sehat manusia.
Begitu pun yang terjadi pada Mak Yuyu (72), warga Kp./Gg. Sukaluyu RT 01/RW 02 Desa Parungserab, Kec. Soreang, Kab. Bandung. Pada Minggu (13/5) sekira pukul 09.30 WIB, ia dinyatakan meninggal.
Namun, setengah jam kemudian ia kembali hidup tatkala para pelayat membacakan ayat-ayat suci Alquran di depan "jenazah" yang sudah ditutup kain tersebut. Kejadian itu tentu saja membuat heboh warga sekitar. Pemberitahuan yang telanjur diumumkan di masjid-masjid akhirnya ditarik kembali.
Ditemui di kediamannya yang sederhana, ibu delapan anak yang didampingi putri bungsunya, Ucu (33) ini menceritakan, pada hari itu sekira pukul 05.00 WIB usai mandi dan salat subuh, ia berniat kembali tidur. Karena, sudah hampir 7 bulan lamanya ia menderita sakit sesak napas dan sulit menggerakkan kaki. "Setengah jam kemudian, saya melihat Ibu seperti kejang-kejang dan napasnya tersengal seperti orang sekarat," kata Ucu.
Ucu kemudian memberitahukan kejadian itu pada seorang ajengan setempat, keluarga serta tetangga. "Oleh ajengan, kami disuruh membaca ayat Kursi sebanyak 7 kali," ungkapnya.
Namun sekira pukul 09.30 WIB, lanjut Ucu, kakak tertuanya, Eman yang memegangi tangan ibunya mengatakan, Mak Yuyu telah meninggal. "Saat itu kakak saya bilang, denyut nadinya sudah tidak ada dan kami pun menganggap Ibu sudah meninggal," ujarnya.
Beberapa warga kemudian mengumumkan "meninggalnya" Mak Yuyu di dua masjid terdekat. Sehingga, para tetangga dan keluarga pun berdatangan untuk membacakan ayat suci Alquran di depan jenazahnya.
Setengah jam setelah itu, salah seorang pelayat kemudian mencoba memegangi tangan Mak Yuyu dan mengatakan tangannya terasa hangat. Saat kain penutup wajahnya dibuka, mata Mak Yuyu kembali bergerak. "Ema waktos eta cengkat, aneh naha seueur jalmi di bumi da parasaan mah nuju kulem we (Emak waktu itu bangun dan merasa aneh kenapa banyak orang di rumah karena perasaan hanya tidur biasa)," ungkap Mak Yuyu yang sudah lupa berapa jumlah cucu serta buyutnya ini.
Ia menyatakan, selama setengah jam ia tidak merasakan keganjilan apa pun dan hanya tidur biasa. "Naha atuh ari bade dicandak mah make teu janten, Ema oge tos siap sareng hoyong dikubur caket caroge (Kenapa kalau mau meninggal mah sampai tidak jadi, karena saya sudah siap dan ingin dikuburkan dekat dengan suami)," ungkapnya.
Sebelum peristiwa itu, kata Mak Yuyu, ia merasa sakit dan tidak enak makan. Sedangkan kini ia menjadi lebih sehat dan enak makan apa pun.
Sumber : harian galamedia |