Berapa kali masturbasi yang normal dilakukan? Umumnya jumlah masturbasi
yang dianggap normal dilakukan 2-3 kali dalam seminggu atau 12 kali
dalam sebulan. Jika lebih dari itu bisa berbahaya.
Masturbasi dengan jumlah normal seperti itu atau 12 kali dalam sebulan
juga bisa mencegah kanker prostat. Melakukan masturbasi dengan jumlah
normal bisa mengeluarkan zat-zat karsinogenik yang bisa membahayakan
kelenjar prostat pria.
Masturbasi adalah kegiatan seksual yang normal dan sehat. Namun jika
dilakukan secara berlebihan tentu saja bisa menimbulkan bahaya bagi diri
orang tersebut.
Orang yang melakukan masturbasi terlalu sering bisa menyebabkan
ketidakseimbangan dalam hal psikologis dan fisiologis. Frekuensi
masrturbasi yang dilakukan tergantung dari usia hidupnya. Orang yang
berusia 16 tahun pasti akan melakukan masturbasi lebih sering
dibandingkan orang yang sudah berusia 40 tahun.
Saat sedang masturbasi maka suhu internal tubuh akan meningkat, sehingga
suhu dalam tubuh akan lebih tinggi dibandingkan suhu luar. Karenanya
seseorang akan merasa lebih panas atau kadang-kadang berkeringat setelah
melakukan masturbasi.
Seringnya melakukan masturbasi akan merangsang fungsi saraf parasimpatik
yang memproduksi hormon seks seperti asetilkolin, dopamin dan
serotonin. Ketidaknormalan tingginya hormon seks ini menyebabkan otak
dan kelenjar adrenal menghasilkan performa yang berlebihan dalam
mengkonversi dopamin-norepinefrin-epinefrin. Dengan begitu terjadi
perubahan besar zat-zat kimia di dalam tubuh.
Masalah tidak akan muncul jika terjadi keseimbangan. Tapi jika terjadi
ketidakseimbangan zat dalam tubuh maka ada kemungkinan beberapa gejala
bisa saja muncul. Hal ini karena masturbasi terjadi secara
berulang-ulang.
Seperti dikutip dari Steadyhealth menunjukkan bahwa ada orang-orang yang
selama masturbasi mengalami beberapa masalah dengan konsentrasi dan
memori, hal ini kemungkinan akibat kelebihan asetilkolin. Selain itu
terlalu sering masturbasi juga bisa mengeringkan saraf motorik, saraf
otot-akhiran dan jaringan asetilkolin.
Gejala yang muncul jika terlalu sering melakukan masturbasi atau sering
disebut kelelahan seksual yaitu gangguan fungsi sistem saraf termasuk
impotensi dan disfungsi ereksi serta kebocoran mani. Hal ini menyebabkan
sperma atau cairan keluar dari penis tanpa adanya ereksi yang
menyertai. Hal tersebut tentu saja bisa menimbulkan masalah psikologis.
Kebocoran mani adalah suatu tanda yang menunjukkan adanya gangguan pada
saraf parasimpatik yang menjaga katup ejakulasi agar tetap tertutup dan
mengatur ereksi, saraf ini bisa melemah jika terlalu sering melakukan
masturbasi. Dengan melemahnya saraf tersebut, maka tentu saja akan
menjadi masalah pada ereksinya. Selain itu, masturbasi ini umumnya
menimbulkan rasa ketagihan atau kecanduan.
Masturbasi dianggap bermasalah jika membuat kualitas hidup dari orang
tersebut menurun seperti mempengaruhi pekerjaan, sekolah atau kehidupan
sosialnya.
Peneliti mengatakan silakan saja melakukan masturbasi asalkan takarannya
tidak berlebihan.