|
Banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia menunjukkan Tuhan tidak lagi memberikan peringatan secara halus kepada rakyat Indonesia. Presiden SBY dan kabinetnya pun harus diruwat.
Ruwatan diharapkan bisa memperbaiki seluruh elemen bangsa. Usulan itu disampaikan lagi oleh Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3/2007) menyusul gempa di Sumbar dan terbakarnya Garuda di Yogya.
Sebelumnya dia juga mengusulkan SBY diruwat ketika AdamAir gagal landing di Bandara Juanda dan KM Levina I terbakar.
"Presiden SBY perlu diruwat. Bisa di istana bisa di Yogya, Parangtritis, karena bencana sudah cukup banyak," tutur Mbah Tardjo.
Ruwatan juga harus dilakukan untuk Sultan Hamengkubuwono X, karena aura yang dilihat di Yogya selama ini sudah merah.
"Setelah Yogya yang adem ayem tiba-tiba diguncang gempa, sekarang pesawat terbakar. Sultan harus diruwat juga itu," seloroh Tardjo.
Ruwatan ini sebagai bentuk memohon keselamatan terhadap seluruh elemen bangsa yang saat ini sedang mendapat peringatan dan ujian.
"Kalau diruwat, presiden, wapres, menteri harus datang. Saya juga akan datang," katanya.
Sumber : detik.com
|