Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Nomor HP Hoki Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Pagar Gaib Mobil kalung penyembuh penyakit
 
Jum'at Pahing, 1 Agustus 2014 (4 Syawal 1435H)   





[ KEILMUAN ]

mantra memperberat pukulan

agar mendapat lailatul qodar

aji kewibawaan bulan bintang

agar anak berahlak mulia

mendapatkan ilmu secara gaib

agar kulit tidak luka oleh senjata tajam

agar memiliki derajat hidup yang tinggi

menaklukan keganasan anjing




[ ARTIKEL ]

 cara einstein membuktikan adanya tuhan

 misteri lorong waktu yang membuat orang hilang secara misterius

 kotoran kucing, obat kanker alternatif di masa depan

 jokowi presiden dan wahyu keprabon

 ingin bermimpi indah? konsumsilah makanan berikut ini



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Bookmark RUMAH MENGHADAP UTARA DAN BARAT AKAN DIDATANGI MACAN PUTIH at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Selamat Hari Raya Idul Fitri

Rumah Menghadap Utara dan Barat Akan Didatangi Macan Putih

by : Indospiritual
Kategori : Umum    kirim ke lintas.me
 

Pengaturan tata ruang rumah dan aliran hongsui, tak hanya ada di negeri tirai bambu, Cina. Di Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Tuban memiliki aliran hongsui yang dipercaya turun-temurun membawa berkah warga setempat.

Di antara hongsui yang sampai kini dipatuhi kebenarannya adalah tata hadap rumah penduduk. Di desa seluas 675,02 hektar di lereng pegunungan kapur Tuban bagian barat ini, tak satupun rumah menghadap utara dan barat.

Hingga kini, meski bantaran badan jalan utama desa mengarah dari timur ke barat, rumah-rumah yang berada di selatan jalan, tak ada yang menghadap jalan. Rumah warga membelakangi jalan.

"Secara turun temurun, tak ada yang membuat rumah menghadap utara. Sampeyan bisa melihat sendiri, meski rumah warga membelakangi jalan tapi kan tidak ada masalah," ungkap Mbah Tarsimo (85) sesepuh Desa Mliwang kepada detiksurabaya.com.

Diyakini pula oleh 2.604 jiwa warga Mliwang, jika rumahnya menghadap ke utara bakal dikutuk tokoh pendiri desa. Sudah ada deretan nama warga yang meninggal gara-gara mencoba melawan kodrat hongsui yang bersumber pada tokoh pendiri desa, Buyut Sumber Banyu.

Meski sudah ratusan mungkin juga ribuan tahun wafat, Buyut Sumber Banyu diyakini warga masih seringkali muncul. Terlebih ketika desa akan terjadi mara bahaya dan perubahan sosial maupun politik di desa setempat.

"Mbah Buyut Sumber Banyu, bakal marah kalau ada anak cucunya di Desa Mliwang mendirikan rumah menghadap utara," kata Mbah Jalin (66), juru kunci makam Mbah Buyut Sumber Banyu saat ditemui di makam tua di atas bukit sisi utara Desa Mliwang.

"Kata orang-orang tua di Mliwang, Mbah Buyut tidak mau ada ada rumah menghadap utara atau barat. Katanya, sama dengan membelakangi kediaman Mbah Buyut," ungkap Kepala Desa Mliwang, Sugianto saat ditemui di Balai Desa Mliwang.

Menurut Modin (Kaur Kesra) Mliwang, Ahmad Shodiq ada sejumlah warga nekad melanggar pantangan Hongsui Mliwang, diantaranya mendirikan rumah menghadap utara. Seisi rumah sakit-sakitan, ada yang sampai gila sebelum akhirnya meninggal.

"Dia adalah Pak Samsuri dan meninggal kisaran tahun 1990-an, gara-gara rumahnya menghadap ke utara. Sebelumnya sudah diingatkan warga, tapi tetap nekad," kata Ahmad Shodiq.

Hal yang sama juga dialami Mursidin dan banyak warga lain yang meninggal di era sebelum tahun 1950-an. Sejak itu warga yang mayoritas petani ini taat terhadap petuah leluhurnya.

Tak hanya rumah, gedung sekolah, pos kamling, warung hingga gedung layanan masyarakat semacam balai desa dan klinik desa juga tak ada yang menghadap ke utara dan barat di Mliwang.

Praktis, sekalipun badan jalan utama desa dari barat ke imur, bangunan di sisi selatan jalan tak ada yang pintunya ke utara. Pilihannya hanya menghadap ke arah timur dan selatan.

"Ada bantuan pos kamling dari kecamatan dihadapkan ke utara. Sampai saat ini juga tak ada yang mau menempati," kata Kades Mliwang Sugianto

Asal Usul Mbah Buyut Sumber Banyu

Tokoh mistis yang diyakini warga Desa Meliwang, Kecamatan Kerek, Tuban saat ini tak ubahnya pepunden (tokoh gaib) yang dihormati warga setempat. Meski begitu tak satupun warga bisa menjelaskan siapa sebenarnya Mbah Buyut Sumber Banyu.

Bahkan, sang juru kunci makam Mbah Jalin (68) juga tak tahu siapa dan dari mana sebenarnya sang punden itu. Meski warga mengkalim sebagai keturunan Mbah Buyut Sumber Banyu.

"Jika cerita dari orangtua pendahulu saya, Mbah Buyut adalah pendiri dan yang bubak alas (pembuka hutan) Gunung Tugel. Hingga akhirnya bermukim hingga wafat dan dimakamkan di sini," kata Mbah Jalin saat ditemui detiksurabaya.com di Makam Mbah Buyut Sumber Banyu.

Di sisi barat makam Mbah Buyut Sumber Banyu, terdapat sebuah makam lagi. Diyakini warga, makam dengan ukuran cungkup (bangunan peneduh makam) lebih kecil ini merupakan makam abdi dari Mbah Buyut.

Senada diungkapkan sesepuh Mliwang, Mbah Tarsimo. Dia menjelaskan, cerita dari generasi ke generasi di Mliwang hanya mengungkapkan, Mbah Buyut adalah tokoh sebelum zamannya Sembilan Wali ada di Tanah Jawa.

Lain halnya dengan tokoh muda berbasis pesantren, Sullamul Hadi, putra KH Abdul Matin pimpinan Ponpes Sunan Bejagung, di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban. "Beliau bukan Mbah Buyut Sumber Banyu, namun Sayyid Abdullah ulama asal Hadramaut, Yaman," tegas Gus Hadi, sapaan akrabnya yang ditemui terpisah di pondoknya.

Diungkapkan, Sayyid Abdullah berangkat dengan kapal bersama 167 ulama menuju Tanah Jawa. Mereka mengemban misi dakwah yang dikemas dalam kafilah dagang di Tanah Jawa. Sayyid Abdullah didampingi, Sayyid As'ari alias Sunan Bejagung, Sayyid Ibrahim Assammar Qondi dikenal sebagai Ibrohim Asmoro Kondhi.

"Kalau merunut sejarahnya, beliau itu ulama besar yang bertugas melakukan dakwah dengan misi Islamisasi di nusantara," kata Gus Hadi.

Gus Hadi yang terhitung sebagai keturunan Sunan Bejagung menambahkan, jika sampai saat ini tuah Sayyid Abdullah masih kental di Desa Mliwang adalah wajar. Sebab, ulama yang memiliki berbagai kelebihan itu, memang termasuk tokoh sholeh.

Apa korelasinya dengan larangan rumah menghadap ke utara? "Beliau tidak mau dikultuskan. Jika rumah warga menghadap ke utara, sama halnya menghadap langsung dengan makam beliau," kata Gus Hadi.

Dia mengungkapkan, di kompleks makam Sayyid Abdullah juga terdapat satu makam lagi. Makam tersebut, merupakan makam dari sahabat Sayyid Abdullah, namanya juga Abdullah.

Sedangkan perwujudan macam putih, ungkap Gus Hadi, adalah bala tentara milik Sayyid Abdullah. Macan tersebut muncul saat warga membangun rumah menghadap utara atau barat. Maksudnya agar warga tidak sampai mengkultuskan sang tokoh tersebut.

Sementara budayawan Tuban, Moed Subecky menyatakan, di Tuban banyak kisah legenda yang selalu diikuti dengan beragam tradisi. Sekalipun terkadang bisa terbukti kebenarannya, namun tradisi tak lebih dari kultur yang dibuat orang pendahulu kita.

"Sama dengan kisah di Mliwang yang tak ada rumah menghadap ke utara dan barat. Itu sampai sekarang menjadi tradisi yang diugemi kebenarannya," kata Moed Subecky.

Di Datangi Macan Putih

Mbah Buyut Sumber Banyu sesekali muncul di Perkampungan Mliwang. Tak sedikit pula diantara 570 Kepala Keluarga (KK) di desa paling ujung utara di Kecamatan Kerek ini didatangi Mbah Buyut Sumber Banyu. Sekalipun dalam kondisi warga antara sadar dan tidak

"Kalau ditemui Mbah Buyut dalam bentuk mimpi oleh warga Mliwang sering terjadi. Saya beberapa kali ditemui beliau, kata Mbah Bayan (Kaur Pemerintahan) Desa Mliwang, Saryani kepada detiksurabaya.com di Balai Desa Mliwang, Senin (7/7/2008).

Menurut sesepuh Desa Mliwang, Mbah Tarsimo dan warga, jika ada yang nekat membangun rumah menghadap ke utara atau barat, bisa dipastikan paling lama tiga hari sudah didatangi Mbah Buyut Sumber Banyu. Kahadirannya, dalam wujud seekor macan putih seukuran kerbau dewasa.

"Kalau sudah didatangi macan putih masih tidak merubah arah pintu rumahnya, biasanya besoknya didatangi ular hitam besar. Kedua kiai (sebutan warga terhadap piaraan Mbah Buyut Sumber Banyu), biasanya langsung oyak-oyak (menguber-uber) penghuni rumah," kata Mbah Tarsimo.

Hal tersebut berlangsung terus menerus, siang dan malam hingga rumahnya dirubah arah menghadapnya. "Dulu keluarga Pak Samsuri juga begitu, sampai sakit-sakitan dan seperti dikejar-kejar piaraan Mbah Buyut Sumber Banyu," tambah Modin Mliwang, Ahmad Shodiq secara terpisah.

Tak hanya rumah, warga juga dilarang keras oleh Mbah Buyut memelihara kambing gibas, seekor kambing berbulu lebat warna putih. Jika warga nekad, tak sampai tujuh hari dipelihara dipastikan kambing mati mendadak.

Sejumlah warga yang sempat nekad memelihara kambing gibas yakni, Darsini, Suhari dan Sumardji. Beberapa hari kemudian, nereka harus merelakan kambingnya mati dan raib di siang bolong.

"Sebelum kambing saya mati, malam harinya saya didatangi Kiai Macam Putih milik Mbah Buyut. Ternyata siangnya kambing yang akan saya sembelih untuk tumpengan mendadak mati," kata Sumardji.

Tak sebatas kambing mati. Ternyata petuah dari pesan Mbah Buyut, berdampak pada sektor ekonomi pemilik kambing. Mereka kesulitan mencari makan. Bertanam padi dan palawija hingga setahun tidak panen.

"Saya sudah kapok, tidak mau mengulangi lagi. Kalau sampeyan tidak percaya, coba saja hidup di Mliwang dengan memelihara kambing gibas," ujar Modin Ahmad Shodiq.

Hingga kini, tak satupun warga desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani lahan kering berani memelihara kambing. Ketaatan warga turun temurun terhadap keberadaan petuah Mbah Buyut Sumber Banyu masih saja tidak berubah. Sekalipun saat ini, dunia elektronik sudah merambah desa tersebut.

"Namanya juga keyakinan, siapapun tidak berani mencoba. Kalau nekad melanggar. Wah bias gawat Mas," ungkap Kepala Desa Mliwang, Sugianto

Sumber : detiksurabaya.com



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
kalung berumur 3.000 sebelum masehi di leher penjaga toko

heboh makam keturunan raja sumenep meledak

memilih tempat berlibur berdasarkan zodiak

misteri jelangkung

berobat kanker dengan pelihara kambing berkaki dua

peruntungan anda di tahun 2009 berdasarkan shio

ritual kekayaan warga tiongkok

pohon unik di selandia baru tumbuhnya miring

nasa luruskan 6 mitos menjelang kiamat suku maya 2012

heboh kucing berlafal allah di tangerang

 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan UFO di sekitar Gedung BBC Inggris
 
 


[ SPONSOR ]


[ PRODUK ]

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami

mustika batu mulia



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]





[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 93



free counters


Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2014, IndoSpiritual.com