Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Audio Pembangkit Energi Metafisika Haekal Nurjati Prayaurip
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Buka Aura kalung penyembuh penyakit
wonder pills : obat panjang umur hingga 150 tahun -  perihal dana gaib -  terapi musik untuk sembuhkan berbagai penyakit -  ben breedlove : remaja yang tiga kali lolos dari kematian -  kepiting aneh dari pacitan -  tips belajar feng shui -  pengobatan alternatif untuk jerawat -  meditasi sederhana untuk kesehatan jantung - 
Minggu Legi, 12 Februari 2012 (19 Rabiul Awwal 1433H)  


bisnis forex online

 Hatha Yoga | Prenatal Yoga | Yoga Class | Yoga for Depression

Ingin Pasang Iklan?

[ ARTIKEL ]

 panduan feng shui untuk rumah

 resep herbal untuk obat batuk anak

 menurunkan kolesterol jahat dengan makanan

 tips meningkatkan daya tarik dengan fengsui

 fengshui dalam sudut pandang rasional



[ KEILMUAN ]

ilmu anti marabahaya

ilmu poligami

rahasia mendapatkan ilmu laduni

penyembuhan ilahi metode cepat

asma hijab tolak pesugihan

meningkatkan omset dengan doa penglaris mujarab

ilmu pengasihan sang arjuna

ilmu pukulan godam




[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual
[ NETWORK ]





Follow Me on Twitter



Home > Artikel > Detail
Bookmark PUNCAK RITUAL PANCAWALI KRAMA DI CANDI CETHO at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Pelatihan Kecerdasan dan Stimulasi Otak

Puncak Ritual Pancawali Krama di Candi Cetho

Kategori : Umum    kirim ke lintasberita.com
 

Pancawali Krama, dalam budaya Jawa disebut ruwatan. Namun ritual ini adalah paling besar atau tertinggi dari sekian ritual Hindhu yang termaktub dalam lontar Bamakertih, Kitab Weda. Demikian dikatakan Jro Mangku Tirta, penanggungjawab sesaji dan jalannya ritual di Candi Cetho.

DALAM perspektif Hindhu, Candi Cetho dianggap sebagai pusatnya jagat Nusantara. Merupakan penyangga keseimbangan jagat Nusantara. Karena itu, Candi Cetho dipilih sebagai tempat dilangsungkannya puncak ritual Pancawali Krama. Demikian diungkapkan Jro Mangku I Ketut Pasek, wakil ketua Pariman Sulinggih PDHI Surakarta.

Pariman Sulinggih adalah dewan yang berhak menentukan Bisama, yang dalam Islam disebut Fatwa. Sementara itu, sejumlah media cetak di Jawa Tengah dan DIY, merilis hajatan besar tersebut diadakan berdasar wisik gaib yang diterima oleh Jro Mangku Alit. Namun, Jro Mangku Tirta, penanggungjawab sesajian dalam ritual tersebut mengatakan, gagasan pertama datang dari pihak Kraton Solo dan Jogyakarta, setelah menerima wisik gaib tersebut.

Jro Mangku Tirta bahkan mengatakan, Sri Susuhunan PB XIII, dalam sebuah kunjungan di Pura Besakih Bali pernah berpesan, agar kita tidak harus terikat oleh agama, tetapi terikat oleh leluhur. Jro Mangku Tirta lalu menandaskan, leluhur Kraton Solo dan Jogyakarta ada di Candi Cetho.

Sunardi, Ketua PDHI Gumeng yang juga Ketua Panitia lokal hajatan besar tersebut mengatakan senada, ritual Pancawali Krama diprakarsai oleh Kraton Solo dan Jogyakarta. “Konsep sedulur papat limo pancer dengan pusatnya di Candi Cetho itu berasal dari Jawa,” katanya.

Lepas dari wisik gaib tersebut diterima oleh siapa, Pancawali Krama diselenggarakan sebagai ruwatan nagari, yang dilatarbelakangi oleh situasi alam yang rawan bencana dan kebobrokan moral, serta bertujuan mengembalikan keseimbangan alam. Semua itu juga harus dilakukan dengan perubahan nyata dari umat manusia. Karena ini pula, ketidakhadiran presiden RI yang sebelumnya direncanakan akan hadir, cukup disayangkan.

Rangkaian upacara Pancawali Krama dimulai sejak pertengahan Mei lalu, di sejumlah lokasi seperti Geria Lusuh Karangasem, Bali, Sungai Bengawan Solo, Segara atau Parangkusumo, Pura Banguntapan Solo dan berakhir di Candi Cetho. Jro Mangku Tirta menjelaskan, lokasi diselenggarakannya rangkaian ritual tersebut memiliki makna, laut dan bumi atau daratan adalah sumber kehidupan. Sebagai simbol penyatuan, dalam sesaji terdapat hewan Penyu, yang menggambarkan bersatunya lautan dan daratan. Dalam Hindhu, Penyu disebut sebagai Bedawangalo, yang relifnya banyak terdapat di Candi Cetho dan Candi Sukuh. Undang-undang Negara RI yang melindungi kelangsungan hidup Penyu, tak berlaku dalam ritual Pancawali Krama tersebut.

Secara rinci, Jro Mangku Tirta menjelaskan, dalam Hindhu danau atau sumber air merupakan hal terpenting dalam setiap ritual suci. Di Jawa Tengah, keberadaan danau diwakili oleh Bengawan Solo dan Parangkusumo di DIY. Rangkaian itu merupakan upakara melasti atau pembersihan dari pengaruh jahat Butakala. Labuhan itu disebut Labuh Guntuh Candi Labade, dipersembahkan kepada Shang Kala Sunie.

Di Candi Cetho, 16 Juli, merupakan upakara Buta Nyadnya atau Mecaru. Puncak ritual 17 Juli adalah Ngeteg Linggih atau Dewa Nyadnya, bertujuan menstanakan atau menempatkan Dewa-dewa leluhur, terutama Dewa Kemakmuran yang disimbolkan dengan Lingga dan Yoni. Seluruh rangkaian tersebut disertai dengan beragam sesaji, yang menurut Jro Mangku Tirta telah diatur dalam lontar Bamakertih, bagian dari Kitab Weda yang khusus menjelaskan makna sesaji-sesaji tersebut.

Sumber : harian pos metro balikpapan

 
 
 
Dibaca : 3467 kali
KOMENTAR ANDA :


[ IKLAN ]

ilmu gendam



Ingin Pasang Iklan?

[ PRODUK ]

software pemusnah santet dan penarik rejeki

mustika penakluk sukma

program pengamanan dan pemenangan pilkada

ruwatan plus transfer energi hoki

rajah modern penarik rejeki

anti radiasi ponsel gratis



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 207

Page Rank Check



free counters


INDOSP, PO.BOX 5102 / JKT MAMPANG 12700, Indonesia
Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2012, IndoSpiritual.com