Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum situs paranormal
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Selasa Pahing, 30 Agustus 2016 (26 DzulQa'dah 1437H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

ilmu pengasihan pesona wajah

wirid buumah

agar doa dikabulkan dengan wasilah quran

khasiat asma faiq

agar selamat dari tawuran

agar terbebas dari perasaan galau

agar mampu menafsirkan mimpi

agar selamat dari bahaya menaiki kendaraan




[ ARTIKEL ]

 rajin beryoga dapat mengatasi asma

 yoga terbukti secara ilmiah efektif melawan pikun

 penampakan hantu di stasiun kereta singapura

 penampakan hantu bergaun ungu saat selfie

 khawatir berlebihan bisa memperpendek umur



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Pohon Ketos : jadi Kaya dengan Pesugihan Tuyul

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 

POHON KETOS ini berumur sekitar 500 tahun. Tumbuh di tengah pemukiman warga dukuh Mbero, Palar, Trucuk. Berjarak sekitar 12 km dari Klaten Jawa Tengah. Banyak didatangi peziarah untuk ngalap berkah, menyampaikan keinginan. Pohon tersebut dikelilingi tembok dan bergapura. Tidak ada larangan tertulis bagi siapa pun untuk mencari 'pesugihan tuyul' di situ. Syaratnya sederhana, orang yang akan memasuki kompleks tersebut harus waras (tak boleh stress) dan sopan. Rumah jurukunci, Mbah Kardikem (75) tak jauh dari lokasi itu. Mereka yang ingin menjadi 'orangtua asuh' tuyul seyogyanya melalui jurukunci.

"Banyak orang terkabul keinginannya setelah nyenyuwun berperantara pohon ketos, tapi paling gampang mencari tuyul," kata nenek itu.

Mbak Kardikem mengaku tak tahu sejak kapan pohon itu ada. "Sejak saya kecil pohon itu sudah sebesar itu. Saya hanya mewarisi tugas ibu saya menjadi jurukunci," jelasnya. Dari cerita leluhurnya, pohon ketos tersebut merupakan titisan Eyang Bondho.

Beberapa saat setelah sukma Eyang Bondho lepas, raganya juga ikut raib, lalu muncul pohon ketos. Sebagai tanaman langka, pohon ketos tak dapat dicangkok. Juga tak dapat ditanam di tempat lain. Menurut Mbah Kardikem, pernah diselenggarakan seminar tentang tuyul, hasilnya membuktikan di pohon ketos tersebut banyak terdapat 'anak bajang', berusia rata-rata 5 tahun. 'Anak bajang' tersebut adalah anak cucu Eyang Bondho, yang oleh masyarakat lazim disebut tuyul.

Karena jumlah tuyul amat banyak, lalu dinilai sebagai 'Keraton Tuyul'. Seperti dikatakan Mbah Kardikem, Eyang Bondho termasuk cucu Prabu Jayabaya, Kediri. Pada hari-hari tertentu, Eyang Bondho sering menampakkan diri berbentuk 'rakit' (gethek) untuk dipakai menyeberang sungai.

Karena sering menampakkan diri, Eyang Bondho biasa disebut pula 'Gethek Bero'. Selain malam Jumat Kliwon dan Sabtu, 'Keraton Tuyul' tersebut banyak dikunjungi peziarah dari luar Klaten. Misal dari Jawa Barat, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Klaten, Ambarawa dan Semarang.

Pada umumnya, peziarah menginginkan penglarisan dan kehilangan barang supaya kembali. Untuk mendapatkan semua itu dibutuhkan persyaratan tertentu.

Syarat itu antara lain dengan menyampaikan sesaji selama 7 malam Jumat berturut-turut. Sesaji itu berupa kembang setaman, pisang raja, teh manis, gecko (garang asem). Kemudian ditutup dengan selamatan (kenduri). Berapa kali kenduri dilakukan, tergantung dari kepercayaan. Pada umumnya dilakukan dua kali dekat pohon, sebab akan diikuti 2 anak anak kecil, cucu Eyang Bondho.

Untuk mewujudkan keinginan, sebagaimana diungkap Mbah Kardikem, ada beberapa pantangan harus dipatuhi. Antara lain tak boleh berlaku kasar dan emosional selama 7 Jumat. Setiap peziarah, diperkenankan masuk kompleks pohon, tapi tak boleh memetik sembarang daun. Warga setempat pun tak ada yang berani memetik daun pohon yang dikeramatkan itu. Setiap 1 Sura, sering digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk atau klenengan. Dengan maksud mendapatkan keselamatan dan rezeki melimpah.
 

Sumber : samarinda pos



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
fauzi bowo pernah mendapat amanah gaib dari mbah priok

peruntungan anda tahun 2009 berdasarkan zodiak

mengintip ritual panjang umur tiongkok kuno

arti suara tokek

mitos gerhana matahari total dalam masyarakat china

penemuan roda kereta tempur, bukti adanya mukjizat nabi musa

ular raksasa penjelmaan pusaka

jejak makhluk raksasa gemparkan barito utara

heboh penampakan bigfoot di kanada

dashyatnya berpikir positif

 
 
loading...
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Tenaga Dalam Pukulan Jarak Jauh
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]




[ STATISTIK ]

  Member Aktif :



Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2016, IndoSpiritual.com