Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum batu bertuah
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Senin Kliwon, 30 Mei 2016 (22 Sya'ban 1437H)   

[ INFO ]

[ KEILMUAN ]

rahasia mengembalikan sihir

kontak dengan sedulur papat

asma gaib dzulfaqor

rahasia puter giling

agar awet muda secara alami

ilmu tapak sakti

ayat kerejekian tingkat tinggi

menundukan musuh secara instan




[ ARTIKEL ]

 arkeolog temukan teks kuno mesir jampi-jampi ampuh pemikat wanita

 inilah hewan yang diyakini mampu lawan sel kanker lebih kuat dari kemoterapi

 makna spiritual menanam ari-ari bayi yang baru lahir

 inilah sepasang batu kepala setan di republik ceko

 turis memotret hantu di hotel stanley yang seram



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi otak untuk dewasa

Pohon Ketos : jadi Kaya dengan Pesugihan Tuyul

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 

POHON KETOS ini berumur sekitar 500 tahun. Tumbuh di tengah pemukiman warga dukuh Mbero, Palar, Trucuk. Berjarak sekitar 12 km dari Klaten Jawa Tengah. Banyak didatangi peziarah untuk ngalap berkah, menyampaikan keinginan. Pohon tersebut dikelilingi tembok dan bergapura. Tidak ada larangan tertulis bagi siapa pun untuk mencari 'pesugihan tuyul' di situ. Syaratnya sederhana, orang yang akan memasuki kompleks tersebut harus waras (tak boleh stress) dan sopan. Rumah jurukunci, Mbah Kardikem (75) tak jauh dari lokasi itu. Mereka yang ingin menjadi 'orangtua asuh' tuyul seyogyanya melalui jurukunci.

"Banyak orang terkabul keinginannya setelah nyenyuwun berperantara pohon ketos, tapi paling gampang mencari tuyul," kata nenek itu.

Mbak Kardikem mengaku tak tahu sejak kapan pohon itu ada. "Sejak saya kecil pohon itu sudah sebesar itu. Saya hanya mewarisi tugas ibu saya menjadi jurukunci," jelasnya. Dari cerita leluhurnya, pohon ketos tersebut merupakan titisan Eyang Bondho.

Beberapa saat setelah sukma Eyang Bondho lepas, raganya juga ikut raib, lalu muncul pohon ketos. Sebagai tanaman langka, pohon ketos tak dapat dicangkok. Juga tak dapat ditanam di tempat lain. Menurut Mbah Kardikem, pernah diselenggarakan seminar tentang tuyul, hasilnya membuktikan di pohon ketos tersebut banyak terdapat 'anak bajang', berusia rata-rata 5 tahun. 'Anak bajang' tersebut adalah anak cucu Eyang Bondho, yang oleh masyarakat lazim disebut tuyul.

Karena jumlah tuyul amat banyak, lalu dinilai sebagai 'Keraton Tuyul'. Seperti dikatakan Mbah Kardikem, Eyang Bondho termasuk cucu Prabu Jayabaya, Kediri. Pada hari-hari tertentu, Eyang Bondho sering menampakkan diri berbentuk 'rakit' (gethek) untuk dipakai menyeberang sungai.

Karena sering menampakkan diri, Eyang Bondho biasa disebut pula 'Gethek Bero'. Selain malam Jumat Kliwon dan Sabtu, 'Keraton Tuyul' tersebut banyak dikunjungi peziarah dari luar Klaten. Misal dari Jawa Barat, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Klaten, Ambarawa dan Semarang.

Pada umumnya, peziarah menginginkan penglarisan dan kehilangan barang supaya kembali. Untuk mendapatkan semua itu dibutuhkan persyaratan tertentu.

Syarat itu antara lain dengan menyampaikan sesaji selama 7 malam Jumat berturut-turut. Sesaji itu berupa kembang setaman, pisang raja, teh manis, gecko (garang asem). Kemudian ditutup dengan selamatan (kenduri). Berapa kali kenduri dilakukan, tergantung dari kepercayaan. Pada umumnya dilakukan dua kali dekat pohon, sebab akan diikuti 2 anak anak kecil, cucu Eyang Bondho.

Untuk mewujudkan keinginan, sebagaimana diungkap Mbah Kardikem, ada beberapa pantangan harus dipatuhi. Antara lain tak boleh berlaku kasar dan emosional selama 7 Jumat. Setiap peziarah, diperkenankan masuk kompleks pohon, tapi tak boleh memetik sembarang daun. Warga setempat pun tak ada yang berani memetik daun pohon yang dikeramatkan itu. Setiap 1 Sura, sering digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk atau klenengan. Dengan maksud mendapatkan keselamatan dan rezeki melimpah.
 

Sumber : samarinda pos



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
heboh pohon nangka berbuah pisang di purwokerto

rumah menghadap utara dan barat akan didatangi macan putih

barack obama presiden as : prediksi yang terbukti

bentuk rumah yang baik menurut feng shui

sembuh berkat air wudhu

antara nasib dan arah pintu rumah

mengenal genderuwo

belik menyimpan emas gaib

mahluk halus penguasa gedung sate

ilmuwan yakin ada potensi kehidupan di planet lain

 
 
loading...
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Video Penampakan Hantu Pada Saat Konser D'Masiv
 


[ INFO ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]




[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 53



Email : support@indospiritual.com
CopyLeft @ 2016, IndoSpiritual.com