|
Paul Davies adalah guru besar filsafat alam di Macquarie University, Australia. Sebagai ilmuwan, predikatnya sudah cukup banyak : mulai dari pakar fisika, kosmologis, astrobiologis, penulis, hingga broadcaster. Sebagai seorang kosmologis, ia pernah menemukan asteroid pada April 1999 yang dinamai 6870 Paul Davies.
Namun saat ini, ia lebih menjulang sebagai astrobiologis yaitu ilmu yang membedah asal-usul dan evolusi kehidupan diluar angkasa. Pada tahun 1990 ia mengembangkan teori yang kontroversional. Ia mengatakan bahwa kehidupan di bumi adalah bermula dari planet Mars.
Lewat bukunya The Fifth Miracle, davies menjelaskan bahwa sebuah komet raksasa pernah menghantam Mars miliaran tahun silam dan memusnahkan kehidupan disana. Karena hebatnya hantaman komet tsb, material dari permukaan mars terlontar hingga ke bumi. Material tsb ternyata membawa jasad renik. Nah dari situlah kehidupan bumi tercipta.
Teori Davies mulai diterima para astrobiologis saat ini setalah dibayangi rasa skeptis bertahun-tahun. Dari membedah ruang angkasa, davies menemukan sisi spiritual alam semesta. Lewat sejumlah buku seperti New Physics and God, ia memberi penjelasan seputar keterkaitan antara alam semesta dan Tuhan. Inilah yang kemudian membuatnya mendapat penghargaan Templeton Prize, sebuah award prestisius tentang realitas spiritual yang juga diberikan kepada Mother Teresa di kalkuta, India.
Davies telah membuktikan bahwa agama sejalan dengan sains. Ide awal tentang alam semesta sesungguhnya berasal dari berbagai ajaran agama dimana agama berkontribusi memberikan interpretasi tentang alam semesta dan sains berkontribusi untuk menyodorkan fakta tentang alam semesta bahwa alam ini diciptakan dengan suatu tujuan. Alam semesta tidaklah koheren atau acak, ia ternyata sangat jenius karena sesuai dengan prinsip fundamental fisika dan matematika. Inilah pelajaran atau hikmah yang dapat diambil manusia bahwa alam semesta dan dan keberadaan manusia tidak lepas dari keberadaan Sang Maha Pencipta.
Sumber : Republika |