Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Ilmu Hikmah Terawangan HiperPower Energy
Buka Aura Pendulum
ramuan ampuh menyembuhkan demam berdarah - makam mbah ketigo dipercaya mampu obati penyakit - asal muasal istilah jamu dari jampi-jampi - norwegia bangun bahtera nuh - menolak bencana dengan ketoprak - para calon presiden ri harapkan doa dari tuan guru besilam - kiai ageng purba hobi menyatroni kompeni - quran terberat di dunia ada di parung -
Jum'at Wage, 12 Maret 2010 (26 Rabiul Awwal 1431H)  


Belum jadi member? Klik disini u/ Bergabung!

Login Member IndoSpiritual.com

Spiritual Blog


sering masturbasi bisa berbahaya

membaca tanda-tanda alam agar selamat

lapan : badai matahari 2012 tidak akan langsung hancurkan peradaban manusia

horoskop anda periode 8-14 maret 2010

gretha zahar : ilmuwan dan tabib yang mengobati dengan media rokok

brain child learning : anak bisa melihat dan membaca dengan mata tertutup

mengenal energi radionics

bermeditasi dapat meningkatkan kekuatan mental

jeniusnya otak si anak savant syndrome

primbon wanita : mengenal sifat wanita dalam rumah tangga


[ selengkapnya ]
[ Cari ]


Feed Subscribe


Email Subscribe


Best Links

[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
Konsultasi Spiritual
[ NETWORK ]



Follow Me on Twitter


Other Partner



Home > Artikel > Detail
    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik

Meretas Jalan Spiritualisme Orang Kota

Kategori : Umum    kirim ke lintasberita.com  
 

Kota adalah tumpuan masyarakat Indonesia sebagai tempat harapan dan cita-cita untuk memperoleh pekerjaan. Banyak orang-orang desa berbondong-bondong pergi ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya demi mencapai masa depan kehidupan yang lebih baik.

Itulah persepsi yang mungkin dibayangkan orang desa untuk hidup di kota dengan memperoleh pekerjaan layak dan mudah, dengan penghasilan yang cukup tinggi. Di sisi lain, kebutuhan hidup di kota begitu mudah untuk diperoleh, segala prasarana tercukupi, baik, transportasi, entertainment, shopping, mall, dan museum, universitas-universitas besar di kota metropolitan sudah pasti ada.

Namun, hidup di kota tidaklah mudah, dibalik gemerlapnya kota metropolis juga banyak menyimpan penderitaan dan kesengsaraan. Kota besar dan metropolitan bagaikan magnet yang mempunyai daya tarik kuat bagi banyak orang. Akan tetapi, tak semua orang yang datang mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi kota yang begitu keras dan persaingan kerja yang sangat kompetitif.

Kehidupan di kota itu penuh dengan ketakutan, kengerian, kecemasan, kemarahan, kekecewaan, hingga kehampaan dan kekosongan spiritual ketika dibenturkan dengan kerasnya kehidupan perkotaan.

Muhammad Muhyidin dalam karya-nya “Orang Kota Mencari Allah”(2008), menyatakan secara tegas bahwa orang-orang kota mengalami tingkat penurunan spritualitas terhadap cara ibadah dan intensitasnya untuk taat kepada Allah Swt. Hal itu disebabkan, karena orang kota terlalu sibuk terhadap kehidupan duniawinya.

Orang-orang kota adalah orang-orang yang mempunyai mobilitas begitu tinggi dan kegiatan yang sangat padat. Waktu bagi mereka terasa sangat sempit. Hampir setengah dari waktu duapuluh empat jam dihabiskan oleh orang–orang kota untuk menekuni pekerjaan yang itu-itu juga.

Kekeringan Spiritualitas
Mereka sangat sulit sekali untuk meluangkan waktunya beristirahat dan menjalankan ibadah keagamaanya. Belum lagi, dengan adanya kemacetan kota semakin menyita waktu kita untuk beribadah kepada sang khaliknya. Inilah fenomena kota yang sekarang terjadi. Orang kota seolah mengalami kekeringan spiritualitas di hadapan Allah Swt.
Harta dan benda duniawi ini memang penting bagi kita untuk dicari da-lam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan dan minum serta untuk mencapai segala prasana kehidupan demi memperoleh kebahagian dan kesuksesan di dunia. Akan tetapi, kehidupan di muka bumi ini tak selamanya. Amalan-amalan ibadah dan tingkat spiritualitas kepada sang khalik inilah yang abadi di kehidupan nantinya.

Kesibukan dunia telah melalaikan banyak orang akan kesibukan akhirat. Banyak orang yang sudah tidak peduli lagi akan pentingnya, shalat, membaca Al-Qur’an, membaca kitab-kitab para ulama, membaca buku-buku agama, menghadiri pengajian-pengajian dan berpuasa.
Orang kota tenggelam dalam kuba-ngan pekerjaan. Orang-orang kota, yang tergambarkan sebagai ekonomi mapan, segala kebutuhan hidupnya sudah lebih dari cukup, saat ini terserang “penyakit-pemyakit jiwa” lantaran lupa terhadap jagat spiritualitasnya sebagai makhluk Allah.

Jadilah mereka terserang kegelisahan, kecemasan hingga kehampaan dan ketidakbermaknaan hidup akibat kekosongan jiwa. Hidup menjadi serba monoton, tanpa warna, tanpa referensi spiritual dan itulah yang menjadikan mereka mudah kalut, emosi, stres, dan bahkan gila atau bunuh diri.

Melihat realitas kehidupan di perkotaan yang multikompleks baik dari aspek sosial, ekonomi, politik dan agama. Mereka yang sedang dihimpit masalah dalam kehidupannya. Itu disebabkan mereka sangat jauh dengan Allah Swt. Karena, terlalu sibuk mengurusi kehidupan duniawinya.

Pada hakikatnya orang-orang kota telah kehilangan Allah swt. Orang kota telah kehilangan pegangan terhadap sang khaliknya di satu sisi, dan menyadarkan diri pada mereka untuk berpegang pada pegangan yang tidak kuat yang bisa musnah dan hilang, termasuk, uang dan harta benda lainnya.

Diniatkan sebagai Ibadah
Tatkala hubungan kita jauh dari Allah Swt, saat itulah kita akan diterpa dengan berbagai macam tragedi, seperti kebakaran, perampokan, pembunuhan, penculikan bayi, penggusuran, kesulitan ekonomi, terlibat kasus narkoba dan korupsi, kekerasan seksual, banjir, kelaparan, gizi buruk. Hal itu disebabkan hubungan kita dengan Allah sangat jauh sekali. Sebab kita hanya mendekatkan diri pada tujuan-tujuan yang bersifat duniawi semata-mata, yang meliputi harta, uang, jabatan, kedudukan, kekuasaan dan popularitas.

Kini, sudah saatnya orang-orang kota menata hati dan menjernihkan pikirannya untuk selalu menjalankan ibadah kepada sang khaliknya. Pertama, Segala aktivitas kehidupan yang berkaitan dengan dunia ini harus diniatkan sebagai ibadah sehingga nilai-nilai amaliah dan pahala itu akan berguna (meaningfull) di akhirat nantinya. Dengan kata lain, ketika kita telah menetapkan niat bahwa kita bekerja itu semata-mata untuk beribadah kepada Allah swt. Di mana hasil pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidup kita dan keluarga serta orang-orang yang menjadi tanggungan kita. Maka niat tersebut merupakan ikrar dan janji kepada Allah Swt.

Kedua,dengan melakukan niat ibadah dalam mengerjakan pekerjaan. Kita berarti telah melakukan terobosan spiritual sebagai payung yang melindungi setiap gerak dan langkah kita. Dengan niat sebagai ibadah, berarti kita telah mengetuk pintu langit untuk memohon berkah, perlindungan, pertolongan dan rahmat Allah Swt. Dengan demikian, rendahnya spritualitas menjadi penyebab lahirnya kekerasan, kekejian dan kejahatan yang dilakukan oleh seseorang.

Karena itu, pada zaman modern ini kita perlu menciptakan dan menyediakan ruang-ruang energi spiritualitas dalam diri kita. Sesungguhnya, sifat dari semua energi itu kekal. Makna “kekal” itu berarti bahwa energi tersebut selalu ada dalam ranah ciptaan relatif. Meminjam istilahnya Filsafat Perennial, kekekalan yang relatif (relativity absolut). Dengan begitu, kita perlu menumbuhkan dan menciptakan keseimbangan energi spritual yang harus dipegang oleh setiap pemeluk agama yang tinggal di kota-kota besar. Kita harus meretas jalan kembali menuju agama dan spiritualitas, dari kejumudan menuju kreativitas, dari kelalaian menuju pencerahan.

Sumber : Syahrul Kirom (peneliti pada Social and Philosophical Studies Yogyakarta)

 
 
 
Dibaca : 1391 kali
 
KOMENTAR ANDA :
 


[ PARTNER ]
[ KEILMUAN ]

cara menguji jika seseorang kemasukan jin

mengembalikan segala jenis serangan santet

herbal rahasia penyubur kandungan

agar dimudahkan dalam persalinan

mengobati sakit perut secara gaib

komunikasi dengan khodam pendamping

memberi pelajaran kepada pelaku santet

asma sedot pusaka




[ PRODUK ]

hiperpower : energi untuk kesehatan, kecerdasan & penampilan

ilmu hikmah terawangan (kode : iht)

program penyembuhan penyakit medis-non medis jarak jauh

ebook reinkarnasi dari sudut pandang islam

ebook tafsir mimpi gratis

pengobatan tradisional menurut primbon jawa



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 288





free counters

INDOSP, PO.BOX 5102 / JKT MAMPANG 12700, Indonesia
Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0852-7947-3388
CopyLeft @ 2010, IndoSpiritual.com