|
RAMAL-meramal telah ada sejak dulu kala. Peramal Perancis, Michel de Notredame yang lebih dikenal sebagai Nostradamus, dalam kondisi trance meneropong masa depan sampai berabad-abad jauhnya. Ia mengungkapkan hasil "peneropongannya" ke masa depan lewat sajak-sajaknya yang terselubung.
Apa sebenarnya yang ditulis Nostradamus? Dalam karyanya berjudul Vrayes Centuries et Propheties yang terbit tahun 1555, Nostradamus berhasil menjangkau masa depan sampai zaman Napoleon Bonaparte. Nostradamus meramalkan hal sebagai berikut:
"Seorang Kaisar yang akan membawa penderitaan bagi wilayah pemerintahannya, akan lahir di dekat Italia." Itu kira-kira dua abad sebelum Napoleon akan dilahirkan di Corsica.
Tentang Revolusi Perancis ia meramal: "Pergolakan besar akan terjadi pada sekitar tahun 1792, dan gerakan perombakan ini selanjutnya akan dipandang orang sebagai upaya pembaruan yang besar bagi abad-abad kemudian." Pada kenyataannya Revolusi Perancis dimulai tahun 1789.
Di Jawa, sekian abad lalu muncul nama Ranggawarsito sebagai peramal masa depan. Rentetan peristiwa pedih yang mendera bangsa Indonesia saat ini bahkan telah diramalkan oleh Ranggawarsito pada zamannya. Dalam "pandangannya" ia melihat "banjir darah" menggenangi Bumi Pertiwi.
Sampai saat ini pun, sebagian besar masyarakat kita masih mempercayai ramalan. Lihat saja, di hampir semua majalah wanita, majalah remaja, koran, televisi, bahkan media dotcom alias bisnis portal, tak luput menyajikan ramalan. Baik itu ramalan Barat via teropong astrologi (perbintangan), ramalan Cina dengan melihat shio seseorang, ataupun ramalan Jawa lewat wuku kelahiran. |