Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Audio Pembangkit Energi Metafisika Haekal Nurjati Prayaurip
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Buka Aura kalung penyembuh penyakit
mengenal orgone -  hidup lebih damai dengan yoga -  terapi awet muda dengan air kelapa -  healing festival mei 2011 -  panduan feng shui untuk rumah -  isu kiamat 2012, meksiko targetkan kenaikan wisatawan -  jantung ular python untuk obat penyakit jantung manusia -  khasiat teh merah - 
Minggu Legi, 12 Februari 2012 (19 Rabiul Awwal 1433H)  


bisnis forex online

 Hatha Yoga | Prenatal Yoga | Yoga Class | Yoga for Depression

Ingin Pasang Iklan?

[ ARTIKEL ]

 panduan feng shui untuk rumah

 resep herbal untuk obat batuk anak

 menurunkan kolesterol jahat dengan makanan

 tips meningkatkan daya tarik dengan fengsui

 fengshui dalam sudut pandang rasional



[ KEILMUAN ]

ilmu anti marabahaya

ilmu poligami

rahasia mendapatkan ilmu laduni

penyembuhan ilahi metode cepat

asma hijab tolak pesugihan

meningkatkan omset dengan doa penglaris mujarab

ilmu pengasihan sang arjuna

ilmu pukulan godam




[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual
[ NETWORK ]





Follow Me on Twitter



Home > Artikel > Detail
Bookmark MENGUAK MAKAM MISTIS KERAJAAN MANDAR at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Pelatihan Inti Energi dan Pembukaan Cupu Besi Kursani

Menguak Makam Mistis Kerajaan Mandar

Kategori : Umum    kirim ke lintasberita.com
 
Rintik hujan gerimis sejak pagi terus membasahi bumi di Desa Nepo, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Jalanan desa pun semakin licin, padahal kondisinya sudah menanjak dan berlubang.

Mau tak mau, kendaraan yang ditumpangi detikcom, harus berjalan perlahan. Perjalanan menuju makam Raja Todilaling, raja pertama di wilayah Mandar, jadi terasa sangat lama. Sepanjang perjalanan yang menanjak itu, terlihat deretan pohon kelapa, palawija dan cokelat. Selain itu tampak pula sejumlah rumah panggung khas Sulawesi Barat.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten polman, jumlah penduduk yang ada di kawasan itu sebanyak 430 orang. Mereka umumnya berkebun dan berternak kambing.

makam keramat"Di sini hanya 3 rumah saja yang tidak punya kambing. Yang lainnya memiliki kambing," ujar Kadis Budpar Polman Darwin Badaruddin yang siang itu mendampingi detikcom menyambangi makam Todilaling.

Setelah 45 menit melintasi jalan menanjak dan berlobang, kami pun akhirnya tiba di depan sebuah gapura bercat hijau yang bertuliskan "Selamat Datang di Makam Raja Todilaling". Namun kami belum sampai benar. Dari gapura, kami berjalan kaki sepanjang 1 kilometer di atas jalan bersemen selebar 2 meter. Setelah itu, kami menaiki 176 anak tangga menuju makam di puncak bukit.

Di areal makam, tampak sebuah pohon beringin yang luar biasa besar. Umurnya ditaksir sudah ratusan tahun. Selain itu ada juga 3 pohon asem yang besar dan tinggi. Pohon-pohon itu membuat suasana makam sangat teduh dan nyaman. Tapi peziarah dilarang mengucapkan kata-kata bernada betah di lokasi itu.

"Kalau kita ngomong 'enak juga ya di sini', maka akan berbahaya buat kita," terang Darwin kepada detikcom sebelum pergi menuju makam tersebut.

Kondisi nyaman dan tenang yang diterangkan Darwin benar adanya. Selain teduh, pemandangan dari atas bukit pun sangat indah. Bukit Mosso dan Todang-Todang menjadi latar belakang areal makam. Sementara ke arah barat bisa terihat perairan Majene.

Seorang pria berusia 24 tahun bernama Muhammad Adam, telah menunggu sambil duduk-duduk di semacam teras keramik 4x6 meter dan diberi atap. Ini memang tempat peziarah duduk-duduk melepas lelah. Adam adalah penjaga makam Raja Todilaling sejak 2004. Dia menggantikan ayahnya, Syamsuddin, yang telah wafat.

"Penjaga makam di sini memang turun-temurun," jelas Adam kepada detikcom.

Selain Adam, di teras itu juga telah menunggu Dardi (56), juru doa makam yang dikeramatkan oleh warga Mandar tersebut. Setelah berbincang sejenak sambil melepas lelah, Dardi kemudian mengajak kami untuk menghampiri pusara Raja Todilaling. Awalnya kami mengira makam itu berada di sisi kiri pohon beringin. Sebab di sana ada sebongkah batu hitam setinggi setengah meter yang menyerupai sebuah nisan. Tapi kata Dardi, pusara Raja Todilaling bukan di situ letaknya.

"Makam raja sudah sejak lama tertutup pohon beringin," ujar Dardi sambil berjalan menuju celah-celah akar beringin yang lebarnya setengah meter dan ia pun langsung berjongkok sambil berdoa.

Sungguh tak disangka, memang di sela-sela akar beringin itu, ada sebuah makam yang tersembunyi. Penandanya adalah sebuah batu nisan dan selembar kain sutra berwarna kuning di atas pusaranya. Rupanya, inilah makam raja pertama Mandar bersemayam.

Sementara batu besar yang ada di kiri pohon beringin merupakan lokasi kuburan 14 dayang-dayang Raja Todilaling. Mereka adalah, 7 perempuan penari istana dan 7 orang pria pemain alat musik di kerajaan yang dipimpin Todilaling pada sekitar abad ke-14. Menurut Dardi, 14 dayang-dayang itu sengaja menguburkan diri hidup-hidup bersamaan dengan penguburan sang raja.

"Itu sebuah bentuk pengabdian para dayang terhadap rajanya yang kala itu sangat dihormati dan disegani," jelas Dardi.

Aksi mengubur diri hidup-hidup ini kemudian membawa kisah mistis yang terus menjadi pembicaraan sampai sekarang. Hampir setiap malam, terutama malam Jumat, sering terdengar suara musik tradisonal khas Mandar. Masyarakat menduga, suara musik itu dimainkan oleh para dayang yang ikut menguburkan diri bersama Raja Todilaling.

Suasana mistis inilah yang membuat peziarah tidak ada yang berani datang di malam hari. Sekalipun ada yang peziarah yang datang malam hari, lantaran tidak tahu, maka si penjaga makam akan menyarankan mereka bermalam dahulu.

"Soalnya jalan menuju makam tidak ada penerangan sama sekali. Lagi pula kejadian ganjil sering terjadi bila ada yang berziarah malam hari,"tutur Dardi.

Tanpa terasa hari sudah beranjak gelap. Kami pun harus segera pamitan kepada Dardi dan Adam. Sebab jika kemalaman, perjalanan menuju pulang akan semakin berat. Gerimis yang tak juga kunjung berhenti membuat jalanan sangat licin. Apalagi mendengar keterangan Dardi yang mengatakan bila malam tiba sering ada kejadian aneh di sekitar makam tersebut.

Sumber : detiksurabaya.com

 
 
 
Dibaca : 3410 kali
KOMENTAR ANDA :


[ IKLAN ]

ilmu gendam



Ingin Pasang Iklan?

[ PRODUK ]

software pemusnah santet dan penarik rejeki

mustika penakluk sukma

program pengamanan dan pemenangan pilkada

ruwatan plus transfer energi hoki

rajah modern penarik rejeki

anti radiasi ponsel gratis



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 207

Page Rank Check



free counters


INDOSP, PO.BOX 5102 / JKT MAMPANG 12700, Indonesia
Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2012, IndoSpiritual.com