Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
 
Sabtu Wage, 1 November 2014 (8 Muharam 1436H)   









[ KEILMUAN ]

mengaktifkan pendulum batin

doa memohon kesuksesan tempat yang baru

ilmu pengasihan ampuh penakluk siapapun

menghancurkan virus penyakit di tubuh

memilih jodoh yang tepat

agar bisnis yang terpuruk bangkit kembali

agar tubuh kebal dari pukulan lawan

memproteksi tubuh agar tidak bisa dimasuki jin




[ ARTIKEL ]

 halloween dan mitos seputar makanan

 ramuan tradisional penangkal santet

 benteng bhangarh fort, objek wisata hantu di india

 kisah mistik gunung mujarrob

 kisah mistis mustika kepompong cokro aminoto



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Bookmark MENGENAL GASIANG TANGKURAK : ILMU MAGIS ASAL MINANGKABAU at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Hipnotis

Mengenal Gasiang Tangkurak : Ilmu Magis Asal Minangkabau

by : Indospiritual
Kategori : Ilmu Gaib    kirim ke lintas.me
 
santetBanyak daerah di indonesia memiliki ilmu magis yang khas. Di minangkabau ada ilmu magis yang bernama Jenis gasiang yang biasa difungsikan sebagai media untuk menyakiti dan menganiaya orang lain secara gaib meskipun ilmu tersebut bisa juga digunakan untuk tujuan lain seperti pengobatan. Gasiang tangkurak bentuknya mirip dengan gasiang seng yang pipih,  tetapi bahannya dari tengkorak manusia.

Gasiang seperti ini hanya bisa dimainkan  oleh dukun, orang yang memiliki kemampuan magis. Sambil memutar gasiang, dukun  membacakan mantra-mantra. Pada saat yang sama, orang yang menjadi sasaran akan  merasakan sakit, gelisah dan melakukan tindakan layaknya orang sakit jiwa.

Misalnya,  berteriak-teriak, menarik-narik rambut, dan yang paling popular- memanjat dinding.  Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada malam hari. Bila dukun bisa mempengaruhi  korbannya, maka korban akan berjalan menemui dukun atau orang lain yang meminta  dukun melakukan hal demikan. Di antara isi mantra dukun itu berbunyi, jika  korban sedang tidur suruh ia bangun, kalau sudah bangun suruh duduk, jika duduk  suruh berjalan, berjalan untuk menemui seseorang, Penyakit magis yang disebabkan oleh gasing tangkurak ini lazim disebut Sijundai.

Ilmu magis yang memanfaatkan gasiang tingkurak untuk menimbulkan penyakit sijundai yang merupakan ilmu jahat yang dijalankan melalui persekutuan dengan syetan. Ilmu ini beredar luas dan dikenal oleh masyarakat di pedesaan Minangkabau pada umumnya. Hal ini misalnya terlihat pada popularitas lagu Gasiang Tangkurak  ciptaan Syahrul Tarun Yusuf dinyanyikan oleh Elly Kasim, seorang penyanyi Minang legendaris.

Gasiang tangkurak biasanya digunakan membalas dendam. Seseorang datang kepada sang dukun untuk menyakiti seseorang dengan sejumlah bayaran. Ukuran harga yang lazim digunakan adalah emas. Sebagai syarat  pengobatan, biasanya dukun meminta emas dalam jumlah tertentu sebagai tanda, bukan upah. Tanda ini akan dikembalikan jika sang dukun gagal dalam menjalankan tugasnya. Tetapi kalau ia berhasil, maka uang tanda ini diambil, dan pemesan harus menambahnya dengan uang jasa.

Selain untuk menyakiti, ada dukun tertentu yang menggunakan gasiang tangkurak untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh hal-hal magis. Yang lainnya, gasiang sering juga dipakai sebagai media untuk mensugesti orang lain menjadi tertarik pada diri kita. Ilmu terakhir ini biasa disebut Pitunang.

Sesuai dengan namanya, bahan utama gasiang tangkurak adalah tengkorak manusia yang sudah meninggal. Gasiang ini hanya bisa dibuat oleh orang yang memiliki ilmu batin tertentu. Pada berbagai daerah terdapat beberapa perbedaan menyangkut bahan tengkorak yang lazim dan paling baik digunakan sebagai bahan pembuat gasing tangkurak. Pada beberapa daerah, tengkorak yang biasa digunakan adalah tengkorak dari seseorang yang mati berdarah.

Daerah yang lain lebih menyukai tengkorak dari orang yang memiliki ilmu batin yang tinggi khususnya untuk pengobatan, sedangkan daerah yang lain lagi percaya bahwa tengkorak dari wanita yang meninggal pada saat melahirkan merupakan bahan paling baik. Bahkan pada daerah tertentu, seorang informan menyebutkan bahwa tengkorak yang paling baik adalah tengkorak anak-anak yang telah disiapkan sejak kecil. Anak itu dibawa ke tempat yang sunyi, kemudian dipancung. Tengkorak yang masih berdarah itulah yang dijadikan bahan untuk gasiang tengkorak.

Bagian tengkorak yang digunakan adalah pada bagian jidat. Pada hari mayat dikuburkan, dukun pembuat mendatangi kuburan, menggali kubur dan mayatnya dilarikan. Tengkorak yang diambil adalah pada bagian jidat, karena dipercaya pada bagian inilah terletak kekuatan magis manusia yang meninggal. Ukuran tengkorak yang diambil tidak terlalu besar, kira-kira 2 X 4 cm. Saat mengambil tengkorak mayat, dukun membaca mantra khusus sambil menyebut nama si mayat.

Setelah diambil, jidat itu dilubangi dua buah di bagian tengahnya. Saat terbaik untuk membuat lobang adalah pada saat ada orang yang meninggal di kampung tempat pembuat gasiang berdomisili. Saat demikian dipercaya akan memperkuat daya magis gasiang. Kemudian pada kedua lubang itu dimasukkan benang pincono, atau benang tujuh ragam. Gasiang dan benang itu kemudian diperlakukan secara khusus sambil memantra-mantrainya. Gasiang itulah kemudian yang digunakan untuk menyakiti orang.

Ada lagi jenis gasiang lain, yang fungsinya hampir sama dengan gasiang tingkurak. Gasiang ini terbuat dari limau puruik ( Citrus hystrix ) dari jenis yang jantan dan agak besar. Pada limau itu dibacai mantra-mantra. Limau purut ditaruh di atas batu besar, kemudian dihimpit dengan batu besar yang lain. Batu itu sebaiknya berada di tempat terbuka yang disinari cahaya matahari sejak pagi hingga petang. Sebelum dihimpit dengan batu, dibacakan mantra. Limau dibiarkan hingga kering benar, setelah itu baru dibuat lobang ditengahnya. Ke dalam lobang itu digunakan banang pincono, atau benang tujuh warna.

Gasiang jenis ini biasanya dipakai untuk masalah muda-muda dan pengobatan. Pemakaian gasiang ini menggunakan perhitungan waktu tertentu yang didasarkan pada pembagian waktu takwim. Untuk kepentingan muda-mudi, waktu yang lazim dipakai adalah waktu Zahrah, sedangkan untuk pengobatan dilakukan pada waktu Syamsu. Untuk tujuan baik, tidak ada pantangan saat menggunakan gasiang. Tetapi untuk hal yang jahat, maka pengguna harus menghindari seluruh hal yang berkaitan dengan jalan Tuhan harus dihindari.

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
mengenal cindaku : manusia harimau asal kerinci

ilmu gendam memanipulasi kehendak

tinjauan energi prana dari sudut pandang ilmiah

mengenal ilmu terawangan

mengenal gasiang tangkurak : ilmu magis asal minangkabau

pelet, bukan tindakan negatif

ilmuwan selidiki fenomena telepati

kekuatan ilmu santet

mengenal ilmu tayuh keris

tiap manusia bisa membaca pikiran orang lain

 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Video Penampakan Hantu Pada Saat Konser D'Masiv
 


[ SPONSOR ]


[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]





[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 141



free counters


Nomor HP Hoki Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Pagar Gaib Mobil kalung penyembuh penyakit

Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2014, IndoSpiritual.com