Penemuan kehidupan di luar Bumi mungkin bisa mengguncang posisi keimanan kita di jagad raya. Tapi menurut para ahli, hal ini tidak akan mengancam iman seseorang.
Menurut para peneliti, kepercayaan terhadap agama tetap kuat meskipun kemajuan ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa Bumi bukan pusat jagad raya. Karena hal itu, kepercayaan mungkin saja tidak akan terguncang karena terdeteksinya alien.
"Saya menganggap ada alasan bahwa pada awalnya kita berpikir ini akan menimbulkan masalah. Firasat saya, yang akan terjadi tidak akan separah imajinasi kita," ujar Director of Interstellar Message Composition di Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute, Doug Vakoch seperti dilansir Live Sciencesiang.
Injil, Al-Quran dan kitab suci utama lainnya di dunia menekankan bahwa Tuhan memiliki perhatian khusus pada mahluk hidup di Bumi. Berdasarkan hal tersebut, penemuan alien (berupa mikroba di Mars atau sinyal dari peradaban di luar tata surya) terlihat menakutkan dalam hal menjadikan keberadaan manusia dan Bumi tidak lagi sangat spesial.
Namun demikian mungkin dalam sisi tuntunan/praktek/ritual agama bisa jadi akan terjadi kekacauan. Bayangkan jika manusia dapat kontak dengan alien dan melakukan diskusi agama maka bisa jadi alien berbeda cara ibadahnya dengan agama-agama pada umumnya, punya kitab suci yang berbeda, pehamanan yang berbeda tentang Tuhan. Bisa jadi alien mampu kontak dengan tuhannya secara langsung manakala manusia dibumi hanya ritual secara fisik namun tidak bisa kontak langsung dengan Tuhan. Kalau sudah begini akhirnya manusia banyak yang minta diajarkan ritual kepada para alien sehingga rusaklah ritual-ritual agama yang telah dijalankan sejak dulu.
Mungkin inilah sebabnya Tuhan menjadikan Alien tetap menjadi misteri bagi manusia agar ritual/pemahaman tentang Tuhan tidak rusak tatanannya di muka bumi.
Manusia Tak Sendiri di Tata Surya
Secara logika saja, jika Tuhan mampu menciptakan manusia mestinya Tuhan juga mampu menciptakan mahluk lain (alien) di luar sana. Hanya saja mungkin Tuhan memberikan semacam sekat atau pembatas agar kontak manusia dengan alien tidak mudah. Mungkin saja untuk menghindari perang antar planet dan menjaga ritual-ritual agama di bumi.
Belakangan ini semakin banyak planet asing yang ditemukan. Hal ini makin mengingatkan manusia bahwa mereka bukanlah pusat tata surya. Para ilmuwan telah mendeteksi lebih dari 700 planet di luar sistem tata surya kita dan ribuan lainnya menunggu untuk dikonfirmasi dan diamati.
Beberapa eksoplanet tersebut berukuran kecil dan berbatu, seperti Bumi. Orbit plenet-planet ini pun beberapa terletak di jarak yang tepat dari bintang utamanya atau berada di zona yang bisa dihuni. Ketepatan jarak itu memungkinkan kehadiran air dalam bentuk cair.
Selain itu, pada awal abad ke-duapuluh, banyak orang yang menyebut kanal di Mars sebagai bukti kuat adanya peradaban cerdas di Planet Merah. pada rentang 1990-an pun para ilmuwan mengumumkan penemuan sesuatu yang diduga sebagai fosil mikroskopis (microfossil) di meteor dari Mars.
Lebih lanjut lagi dikatakan, berita bahwa manusia bukan satu-satunya penghuni jagad raya tampaknya tidak akan hadir sebagai guncangan besar. Pasalnya sejumlah besar orang di Amerika Serikat (AS) dan negara lain telah yakin ada alien di luar sana.
"Jika Anda bertanya pada sebagian orang mengenai keberadaan alien, umumnya mereka menjawab ya. Ini pendapat umum. Setidaknya survei terakhir yang saya lakukan menunjukkan kebanyakan orang Amerika meyakini keberadaan alien.