Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Nomor HP Hoki Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Pagar Gaib Mobil kalung penyembuh penyakit
 
Rabu Kliwon, 30 Juli 2014 (2 Syawal 1435H)   





[ KEILMUAN ]

mantra memperberat pukulan

agar mendapat lailatul qodar

aji kewibawaan bulan bintang

agar anak berahlak mulia

mendapatkan ilmu secara gaib

agar kulit tidak luka oleh senjata tajam

agar memiliki derajat hidup yang tinggi

menaklukan keganasan anjing




[ ARTIKEL ]

 cara einstein membuktikan adanya tuhan

 misteri lorong waktu yang membuat orang hilang secara misterius

 kotoran kucing, obat kanker alternatif di masa depan

 jokowi presiden dan wahyu keprabon

 ingin bermimpi indah? konsumsilah makanan berikut ini



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Bookmark KLEMBAK MENYAN : SESAJI PUSAKA RADEN BATARA KATONG at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Selamat Hari Raya Idul Fitri

Klembak Menyan : Sesaji Pusaka Raden Batara Katong

by : Indospiritual
Kategori : Umum    kirim ke lintas.me
 

ROKOK klembak menyan, bubur merah putih dan kemenyan dibakar adalah sesaji untuk tombak Kyai Tunggul Naga, tombak pusaka Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Kyai Tunggul Naga ini dulunya adalah pusaka milik Raden Batara Katong Adipati di Ponorogo pada awal masa pemerintahan Kasultanan Demak Bintara. Ada dua versi tentang asal muasal tombak pusaka tersebut. Yang pertama versi keturunan Demang Kutu Ki Ageng Suryangalam dan versi Babad Ponorogo. Sedang pamornya kudung, tangkainya dari sulur pohon jati, ada ukirannya naga. Ukuran panjang kira-kira 60 cm.

Menurut H Mardi yang menyimpan tombak ini, pada tahun 1990 ada orang dari Jakarta menawar tombak Kyai Tunggul Naga dengan harga Rp 1 miliar. Tetapi tombak tidak dilepas karena memang niatnya tidak akan dijual. H Mardi ini mengaku keturunan ke 17 dari Demang Kutu Ki Ageng Suryangalam. Yang membuatnya heran, ada orang tahu dirinya menyimpan tombak Kyai Tunggul Naga. Padahal sudah dibuat rahasia.

Versi keturunan Demang Kutu, tombak Kyai Tunggul Naga dulunya milik Ki Ageng Suryangalam yang menjadi demang di Kutu. Menurut Dr GR Lono Lastoro Simatupang dosen jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM yang melakukan penelitian reog di Ponorogo, Demang Suryangalam sebelumnya pujangga di istana Majapahit. Ia pergi meninggalkan istana karena kecewa. Nasehat-nasehatnya untuk menata negeri Majapahit tidak didengarkan oleh Prabu Kertabhumi. Menjelang runtuhnya kerajaan besar itu, keadaan negeri semrawut, bobrok. Banyak gerakan separatis ingin memisahkan diri dari Majapahit.

Sikap oposan Demang Suryangalam ini membuat Prabu Kertabhumi marah, ia kemudian menyuruh salah seorang puteranya yang bernama Raden Batara Katong untuk menangkap Demang Suryangalam. Setelah berhasil mengalahkan Demang Kutu, Raden Batara Katong kemudian memiliki tombak Kyai Tunggul Naga. Adapun tombak itu aslinya berasal dari Tuban, pusaka Adipati Tuban Ranggalawe. Tombak Kyai Tunggul Naga dikenal sebagai pusaka yang ampuh.

Sedang versi Babad Ponorogo, tombak Kyai Tunggul Naga diperoleh Batara Katong dari hasil bersemadi di sebuah tanah lapang tanpa rumput sehelai pun yang disebut ara-ara. Waktu itu Ponorogo masih disebut Wengker. Raden Batara Katong ditemani oleh Ki Ageng Mirah, Patih Seloaji dan Jayadipa. Dari ara-ara itu didapatkan tombak Kyai Tunggul Naga, payung dan sabuk. Menurut penelitian Lono Lastoro Simatupang, meskipun Batara Katong sudah bisa mengalahkan Demang Kutu, tetapi tidak menghapus kesenian reog yang diciptakan oleh Demang Suryangalam. Bahkan kemudian menyuruh Ki Ageng Mirah untuk menggarap ulang kesenian reog disesuaikan dengan garis kebijaksanaan Batara Katong sebagai penguasa Wengker. Kesenian reog garapan Demang Suryangalam waktu itu bersifat satire mengeritik kebobrokan Majapahit.

Meskipun begitu, Batara Katong setelah menang tidak melarang kesenian reog. Bahkan menggunakan reog untuk tujuan-tujuan yang sesuai dengan tugasnya. Reog digarap ulang oleh Ki Ageng Mirah, dengan menghilangkan sindiran yang mengarah ke pemerintah Majapahit.



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
aneh tapi nyata, labu berwujud bebek

apakah dalam kitab suci tersembunyi kode rahasia?

membaca kepribadian seseorang dari teh

ilmuwan bulgaria klaim telah mengadakan kontak dengan mahluk ufo

aura jokowi lebih terang daripada foke

nasa: ada kemungkinan manusia berasal dari alien

mistik asta paregi untuk pasutri yang ingin punya anak

cara mahluk halus menunjukan eksistensinya

riwayat hotel paling angker sedunia

fenomena artis pasang susuk

 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Hantu Wanita Menembus Tembok
 
 


[ SPONSOR ]


[ PRODUK ]

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami

mustika batu mulia



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]





[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 93



free counters


Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2014, IndoSpiritual.com