Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Jum'at Kliwon, 18 Agustus 2017 (25 DzulQa'dah 1438H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 inilah zodiak yang mudah patah hati

 mengenal tradisi voodo di afrika barat

 canggihnya teleskop terbaru nasa bisa untuk memburu alien

 misteri lukisan nyai roro kidul yang memakan korban

 misteri batu berlubang sempurna di garut



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Klembak Menyan : Sesaji Pusaka Raden Batara Katong

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 

ROKOK klembak menyan, bubur merah putih dan kemenyan dibakar adalah sesaji untuk tombak Kyai Tunggul Naga, tombak pusaka Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Kyai Tunggul Naga ini dulunya adalah pusaka milik Raden Batara Katong Adipati di Ponorogo pada awal masa pemerintahan Kasultanan Demak Bintara. Ada dua versi tentang asal muasal tombak pusaka tersebut. Yang pertama versi keturunan Demang Kutu Ki Ageng Suryangalam dan versi Babad Ponorogo. Sedang pamornya kudung, tangkainya dari sulur pohon jati, ada ukirannya naga. Ukuran panjang kira-kira 60 cm.

Menurut H Mardi yang menyimpan tombak ini, pada tahun 1990 ada orang dari Jakarta menawar tombak Kyai Tunggul Naga dengan harga Rp 1 miliar. Tetapi tombak tidak dilepas karena memang niatnya tidak akan dijual. H Mardi ini mengaku keturunan ke 17 dari Demang Kutu Ki Ageng Suryangalam. Yang membuatnya heran, ada orang tahu dirinya menyimpan tombak Kyai Tunggul Naga. Padahal sudah dibuat rahasia.

Versi keturunan Demang Kutu, tombak Kyai Tunggul Naga dulunya milik Ki Ageng Suryangalam yang menjadi demang di Kutu. Menurut Dr GR Lono Lastoro Simatupang dosen jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM yang melakukan penelitian reog di Ponorogo, Demang Suryangalam sebelumnya pujangga di istana Majapahit. Ia pergi meninggalkan istana karena kecewa. Nasehat-nasehatnya untuk menata negeri Majapahit tidak didengarkan oleh Prabu Kertabhumi. Menjelang runtuhnya kerajaan besar itu, keadaan negeri semrawut, bobrok. Banyak gerakan separatis ingin memisahkan diri dari Majapahit.

Sikap oposan Demang Suryangalam ini membuat Prabu Kertabhumi marah, ia kemudian menyuruh salah seorang puteranya yang bernama Raden Batara Katong untuk menangkap Demang Suryangalam. Setelah berhasil mengalahkan Demang Kutu, Raden Batara Katong kemudian memiliki tombak Kyai Tunggul Naga. Adapun tombak itu aslinya berasal dari Tuban, pusaka Adipati Tuban Ranggalawe. Tombak Kyai Tunggul Naga dikenal sebagai pusaka yang ampuh.

Sedang versi Babad Ponorogo, tombak Kyai Tunggul Naga diperoleh Batara Katong dari hasil bersemadi di sebuah tanah lapang tanpa rumput sehelai pun yang disebut ara-ara. Waktu itu Ponorogo masih disebut Wengker. Raden Batara Katong ditemani oleh Ki Ageng Mirah, Patih Seloaji dan Jayadipa. Dari ara-ara itu didapatkan tombak Kyai Tunggul Naga, payung dan sabuk. Menurut penelitian Lono Lastoro Simatupang, meskipun Batara Katong sudah bisa mengalahkan Demang Kutu, tetapi tidak menghapus kesenian reog yang diciptakan oleh Demang Suryangalam. Bahkan kemudian menyuruh Ki Ageng Mirah untuk menggarap ulang kesenian reog disesuaikan dengan garis kebijaksanaan Batara Katong sebagai penguasa Wengker. Kesenian reog garapan Demang Suryangalam waktu itu bersifat satire mengeritik kebobrokan Majapahit.

Meskipun begitu, Batara Katong setelah menang tidak melarang kesenian reog. Bahkan menggunakan reog untuk tujuan-tujuan yang sesuai dengan tugasnya. Reog digarap ulang oleh Ki Ageng Mirah, dengan menghilangkan sindiran yang mengarah ke pemerintah Majapahit.



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
nasa siapkan tameng untuk hadapi malapetaka badai matahari

meditasi bagus untuk orang kesepian

prediksi sifat seseorang dari bau badan

mengungkap peruntungan shio anda di tahun 2016

dghostbust : komunitas fotografer pemburu penampakan hantu

menebak kepribadian wanita dari lipstiknya

penjelasan ilmiah mengapa orang mendadak kuat seperti samson

penggunaan cermin menurut fengshui

gadis mutan asal vietnam bisa keluarkan hawa panas yang bisa membakar

bencana alam di mana-mana, tuhan pun digugat

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan UFO di sekitar Gedung BBC Inggris
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2017, IndoSpiritual.com