Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
 
Selasa Pon, 16 September 2014 (21 DzulQa'dah 1435H)   







[ KEILMUAN ]

agar tubuh kebal dari pukulan lawan

memproteksi tubuh agar tidak bisa dimasuki jin

mantra memperberat pukulan

agar mendapat lailatul qodar

aji kewibawaan bulan bintang

agar anak berahlak mulia

mendapatkan ilmu secara gaib

agar kulit tidak luka oleh senjata tajam




[ ARTIKEL ]

 benarkah ada hartu karun di situs gunung padang?

 penemuan terbaru : situs gunung padang lebih tua dari piramid mesir

 inilah mimpi yang memberikan anda pertanda mendapatkan rejeki besar

 meredakan rasa sakit dengan musik

 pasien skizofrenia sering dianggap kena gangguan gaib



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Bookmark KESURUPAN BISA JADI MEDIA UNTUK MEMAHAMI DUNIA GAIB at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Kesurupan Bisa jadi Media Untuk Memahami Dunia Gaib

by : Indospiritual
Kategori : Umum    kirim ke lintas.me
 

Kesurupan, menurut guru besar Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, Prof. Dr. Luh Ketut Suryani, Sp.KJ, merupakan keadaan seseorang sedang mencapai tingkat kesadaran lebih tinggi. Dalam masyarakat Hindu, tingkat kesadaran tinggi ini memungkinkan seseorang mampu memahami dunia niskala atau dunia tidak nyata (gaib). 

¨Kesurupan merupakan media untuk memahami apa yang dimaksud dunia niskala ini,¨ tutur Prof. Suryani. 

Pada dasarnya orang bisa kesurupan kalau ia berada dalam keadaan trance, hening, atau disosiasi. Ada orang yang bisa mengalami kesurupan dengan otomatis karena merupakan orang pilihan sesuai dengan kepercayaannya, seperti dukun (balian) atau pemangku. 

Dalam hal ini, berdasarkan budaya, agama, dan kepercayaan yang dianut, orang yang kesurupan dianggap sebagai medium yang digunakan oleh Tuhan, dewa, atau leluhurnya untuk menyampaikan pesan kepada umat-Nya.

Orang tersebut dianggap bisa membantu menyembuhkan orang lain atau menyelesaikan upacara keagamaan. Ada juga yang kesurupan setelah mengalami masalah di luar kemampuannya, sehingga ia berada dalam keadaan pasrah.

Contohnya para demonstran dalam memperjuangkan reformasi atau mereka yang melawan eksekutor karena rumahnya digusur. Atau sewaktu perang kemerdekaan, ribuan rakyat hanya berbekal bambu runcing, dengan dikomando oleh pimpinannya, berani menyerbu kapal Belanda yang dilengkapi meriam. 

Ada yang kesurupan setelah mengikuti pertunjukan musik, ikut larut dan tanpa sadar berteriak-teriak dan berjingkrak-jingkrak seirama dengan penyanyinya. Ada juga yang kesurupan setelah mendengar irama gamelan atau musik yang lambat atau crescendo yang monoton, atau membaui kemenyan dan aroma bunga-bunga.  Juga sopir yang melakukan perjalanan panjang sendirian disertai irama musik monoton, tanpa sadar tiba-tiba sudah sampai di tujuan.

Demikian juga pemain basket yang melakukan slam dunk, penari, pelukis, dan kegiatan-kegiatan lainnya.  Mereka yang melaksanakan meditasi rileksasi ´Suryani´ justru dilatih untuk bisa berada dalam keadaan kesurupan, sehingga bisa mengerjakan sesuatu dengan cepat saat ide-ide datang mengalir.

Menulis ide dalam bentuk tulisan dilakukan secara otomatis tanpa merasa lelah. Namun, bagi mereka yang lemah dan yang tidak dekat dengan Tuhan, kesurupan bisa merupakan perwujudan masuknya roh-roh lain seperti roh halus, santet, atau roh-roh buatan atau kiriman manusia. Dalam khasanah Islam, orang biasanya kesurupan hanya oleh jin.

Dikendalikan Spirit

Banyak yang mengira, saat kesurupan, ada roh luar yang masuk ke dalam tubuh. Sebenarnya yang terjadi adalah kekuatan dari luar tidak bisa memasuki diri seseorang. 

Kekuatan tersebut hanya mengendalikan orang itu dari luar dirinya. Bisa diumpamakan sebagai radio atau televisi. Bunyi, suara, atau tayangan gambar yang didengar atau dilihat tentang seseorang bukan berarti orang itu masuk dalam radio atau TV. 

¨Yang didengar atau dilihat adalah frekuensi suara atau gambarnya saja,¨ tutur Prof. Suryani.

Jadi, pada dasarnya saat kesurupan, seseorang dikendalikan oleh spiritnya (roh, atma) atau oleh spirit lain (Tuhan, dewa, leluhur, atau yang lainnya).  Ada beberapa tingkat kesadaran. Ada kesadaran menurun sampai koma, kesadaran biasa seperti keadaan sehari-hari, dan kesadaran yang meninggi, yakni keadaan trance (hening) dan possession (kesurupan).

Dalam bidang psikiatri, kesurupan dinyatakan sebagai keadaan yang menunjukkan adanya kehilangan sementara tentang penghayatan akan identitas dan kesadaran lingkungan.

Para dokter mengakui bahwa dalam beberapa kejadian, individu berperilaku seakan-akan dikuasai oleh kepribadian atau kekuatan lain.  Perhatian dan kewaspadaannya menjadi terbatas atau terpusat pada satu atau dua aspek yang ada di lingkungannya. Seringkali gerakan, posisi tubuh, dan ucapannya terbatas dan diulang-ulang. 

Frustrasi atau Stres

Dalam keadaan kesurupan, menurut Prof. Suryani, orang tetap sadar dan tahu apa yang terjadi, meski pemikirannya sendiri tidak aktif. Ia hanyalah pengamat saja karena yang mengendalikan dirinya saat itu adalah energi-energi yang menguasainya; entah spiritnya sendiri atau spirit di luar dirinya.

Keadaan ini dimulai dengan situasi hening pada diri orang yang kesurupan, lalu ada perubahan pada dirinya, seperti badan ringan, mengecil atau membesar melebihi ´gedung´ yang ditempatinya. Ia masih menyadari keadaan sekitarnya, tetapi tidak menjadi perhatiannya. Perhatiannya menyempit. 

Setelah itu ia merasa seperti ada kekuatan yang memasuki dirinya, sehingga ia merasa tidak seperti biasanya. Apa yang dilakukannya saat itu seperti otomatis, sistematis, dan begitu mudah. Kepercayaan dirinya tinggi dan ia menunjukkan kharisma dirinya. Bila bicara, ucapannya mengalir, sistematis, mudah dimengerti, dan membuat orang lain terpusat untuk mendengarkannya. Lain halnya pada mereka yang dikendalikan roh-roh lain atau oleh dirinya sendiri akibat mengalami konflik atau frustrasi, stres, atau keadaan lain, menunjukkan gejala yang sama pada awalnya.

Gejalanya badan ringan, muka datar, bibir pucat, sering menutup mata dengan kelopak mata berkedip-kedip secara otomatis, atau perubahan perasaan lain mengenai badan. Sepertinya badan mengecil atau menjadi lebih besar dari ´ruangan´ yang ditempati.

Setelah itu ia merasa dikendalikan oleh tenaga lain.  Pada saat itu, terjadilah perubahan pada dirinya, seperti badan ringan, ekspresi muka datar, merasa seperti ada kekuatan yang memasuki dirinya, sehingga ia seolah-olah menjadi bukan dirinya lagi. Setelah itu seseorang bisa menangis, menjerit-jerit, marah, menari, dan lainnya. ¨Hal ini tidak bisa dicegah,¨ ujar guru spiritual yang bermukim di Bali ini.

Tak pandang bulu

Ditegaskan oleh Prof. Suryani, semua orang tanpa memandang umur, suku, agama atau kepercayaan bisa mengalami kesurupan. Jadi, kesurupan tidak pandang bulu.  Memang dalam hal ini anak-anak cukup rentan mengalami kesurupan karena mereka tidak mempunyai masalah kompleks seperti orang dewasa, sehingga mudah berkonsentrasi dan berada dalam keadaan hening atau trance. Di samping itu, menurut kepercayaan tertentu, anak-anak masih suci, lebih suci dari orang dewasa, sehingga anak merupakan pilihan Tuhan. Dari sudut psikiatri, kemampuan logika anak sedang berkembang dan mencari bentuk.

Dengan demikian, kalau mereka mempunyai masalah, apakah dari dirinya yang sedang berkembang ataupun yang datang dari luar dirinya, belum mampu menyimaknya lebih dalam. Akibatnya, mereka memilih menggunakan mekanisme pertahanan disosiasi. 

Bila Terjadi Kesurupan 

Dalam berbagai kasus kesurupan massal yang sering terjadi akhir-akhir ini, kita tahu bahwa tidak semua orang yang kesurupan itu mengalaminya secara bersamaan. Mula-mula satu atau dua orang.

Lalu ketika ada teman yang membantu, temannya ini kesurupan. Jadi, kesurupan massal ini berlangsung merembet atau menular, meski tidak semua yang mendekat bakal kesurupan. Bila terjadi kesurupan massal seperti ini, Prof. Dr. Luh Ketut Suryani, Sp.KJ, psikiater dari Universitas Udayana, Bali, menyarankan:

- Nyatakan daerah tersebut sebagai daerah tertutup.
- Anak-anak atau orang-orang yang ada di sekitarnya diberi pemantapan mental. Mereka perlu diberi kesadaran bahwa Tuhan selalu melindungi dan selalu dekat dengan kita.
- Lakukan upacara agama yang dipimpin oleh pemimpin agama.



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
bukti ilmiah eksistensi alien

anak indigo cerdas secara iq dan spiritual

ilmuwan klaim telah temukan partikel tuhan

karakter orang dengan golongan darah b

misteri lorong waktu yang membuat orang hilang secara misterius

daya magis watu pinawetengan

angka hoki menurut budaya tionghoa

pengaruh warna dalam rumah menurut fengsui

telur ayam berlafal allah disimpan 2 tahun tidak busuk

kiamat dunia : tinjauan filosofis musnahnya peradaban manusia

 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan Hantu Merah di Sukabumi
 


[ SPONSOR ]


[ PRODUK ]

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami

mustika batu mulia



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]





[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 117



free counters


Nomor HP Hoki Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Pagar Gaib Mobil kalung penyembuh penyakit

Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2014, IndoSpiritual.com