Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum batu bertuah
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Sabtu Pon, 28 Mei 2016 (20 Sya'ban 1437H)   

[ INFO ]

[ KEILMUAN ]

rahasia mengembalikan sihir

kontak dengan sedulur papat

asma gaib dzulfaqor

rahasia puter giling

agar awet muda secara alami

ilmu tapak sakti

ayat kerejekian tingkat tinggi

menundukan musuh secara instan




[ ARTIKEL ]

 arkeolog temukan teks kuno mesir jampi-jampi ampuh pemikat wanita

 inilah hewan yang diyakini mampu lawan sel kanker lebih kuat dari kemoterapi

 makna spiritual menanam ari-ari bayi yang baru lahir

 inilah sepasang batu kepala setan di republik ceko

 turis memotret hantu di hotel stanley yang seram



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Kecerdasan dan Stimulasi Otak

Keranda Mayat Bergerak Sendiri

by : Indospiritual
Kategori : Kisah Misteri
 

KALIGESING adalah sebuah daerah di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dengan penghasilan utama penduduk dari buah durian. Hampir di setiap pekarangan warga terdapat pohon durian. Daerah ini sangat terkenal, di samping penghasil buah tersebut, salah satu pahlawan yaitu WR Supratman yang terkenal dengan ciptaan lagu Indonesia Raya berasal dari daerah ini.

Melihat kondisi daerah yang berbukitan, memang Kaligesing kaya dengan hasil buah yang beraneka ragam, beberapa waktu lalu koran ini bertemu dengan salah satu warga Kaligesing yang bernama Agus di bandara Sepinggan Balikpapan. Karena sudah saling kenal terlibat perbincangan akrab.

Kisah ini terjadi sekitar tahun 1991, dimana penulis dan Agus, pada waktu itu menjadi pemuda desa dan ditugaskan jaga malam yang lebih dikenal dengan ronda. Karena desa kami belum punya pos ronda, untuk sementara tempat menggunakan balai desa sebagai tempat berkumpul. Biasanya dalam satu malam ada sekitar 12 orang yang ronda dan ini dibuat secara bergilir dengan warga yang lain.

Kami sangat akrab, maklumlah kami hidup di desa dengan segala sesuatu serba minim, akan tetapi semangat kebersamaan begitu terasa di daerah ini. Pada waktu itu, kami mengalami kejadian yang aneh dan tak masuk akal, bermula ketika kami mendapat jatah ronda malam, biasanya kami harus sudah berkumpul sekitar pulul 22.00 dan berakhir pukul 05.00. Kami pukul tersebut sudah ada di balai desa dan setiap dua jam sekali, kami keliling desa melihat situasi keadaan desa, jangan sampai terjadi pencurian atau sesuatu hal yang tak diinginkan.

Hari mulai beranjak malam, kami baru saja pulang dari berkeliling desa, rasa lelah dan kantuk membuat kami mencoba tidur sebentar dengan beralas tikar yang biasa digunakan para peronda. Tiba-tiba dari kamar gudang yang ada di balai desa terdengar suara "klak, klak!," sangat keras. "Apaan itu Gus," tanyaku pada temanku itu. "Tak tahu ya, mungkin tikus, ayo kita lihat aja," ajak Agus padaku. Kami pun berusaha mencari sumber suara dengan cara mendekati kamar gudang, untunglah kamar tidak dikunci, pelan-pelan pintu kami buka.

Bolam 10 watt menerangi ruangan gudang dan yang kami lihat sungguh sangat mengejutkan, keranda tempat membawa mayat bergerak sendiri, seperti ada sesuatu yang akan masuk ke dalamnya dan payung perlengkapan jenazah terbuka dengan sendirinya lalu menutup lagi dan terbuka lagi secara berulang kali. Memang tidak masuk akal, tidak ada orang, alat-alat perlengkapan pengangkut jenazah dapat bergerak-gerak. Kami saling berpandangan dan berakhir dengan berlari menjauh dari kamar gudang tersebut.

Malam itu kami tidak berani lagi ada di balai desa, masih takut dengan kejadian yang baru saja kami lihat. Setelah pagi harinya barulah tersiar kabar, bahwa salah satu warga desa ada yang meninggal. Rasa penasaran dan ingin tahu, kami mencoba mendatangi rumah Ketua RT. "Memang benar, setiap ada orang desa yang akan meninggal, biasanya sebelumnya ditandai dengan payung dan keranda yang kita simpan di balai desa itu begerak sendiri," kata Harjo, Ketua RT setempat.

Memang di desa kami dulunya alat perlengkapan seperti keranda, payung, kain mori dan yang lainnya disimpan di balai desa dan ini sudah menjadi kebiasaan desa kami.

Pada waktu aku tanyakan pada Agus, apakah alat-alat tersebut masih disimpan di balai desa sampai sekarang. "Sudah dipindah di KUD dan sekarang ronda tetap diadakan, akan tetapi sudah di pos yang baru dibangun secara swadaya masyarakat desa," jawab Agus.

Hampir dua jam kami berbagi ceritera dan saling bernostalgia masa lalu. Pesawat telah menunggu Agus untuk kembali ke Kaligesing Purworejo
 

Sumber : pos metro balikpapan



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
kisah perburuan mahluk gaib penjarah ikan

kisah taksi misterius

kakekku mampu berubah wujud menjadi harimau

warga desa karanganyar diganggu ular siluman

kisah pemuja pesugihan pocong

membongkar misteri hantu penunggu wc kampus

kisah mistis pesugihan kain kafan

legenda lancang kuning

dipalak dedemit rumah

arwah tante mendatangiku saat kematiannya

 
 
loading...
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Tradisi Kekebalan Tubuh Suku Dayak
 


[ INFO ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]




[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 53



Email : support@indospiritual.com
CopyLeft @ 2016, IndoSpiritual.com