Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
batu bertuah Buka Aura
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
kalung penyembuh penyakit kalung penyembuh penyakit
tips fengshui untuk kamar dengan bentuk l -  efek plasebo dan kekuatan pikiran -  eben alexander : kisah tobatnya orang skeptis -  bahaya gangguan emosional terhadap kesehatan -  tips belajar feng shui -  herbal kuno china bisa untuk sembuhkan kecanduan narkoba -  san diego hills : ketika kematian menjadi elite dan bergengsi -  panduan feng shui untuk rumah - 
Kamis Pon, 24 Mei 2012 (3 Rajab 1433H)  


Menghasilkan Uang Melimpah .!

 Hatha Yoga | Prenatal Yoga | Yoga Class | Yoga for Depression





[ ARTIKEL ]

 gadis mutan asal vietnam bisa keluarkan hawa panas yang bisa membakar

 10 gunung paling sakral di dunia

 sukmaku diculik penghuni gaib gunung kawi

 heboh bayi di nigeria lahir membawa alquran

 misteri manusia yang bisa mengeluarkan api



[ KEILMUAN ]

agar terhindar dari musibah kecelakaan pesawat

ilmu untuk urusan mendesak

resep kaya raya kurang dari 1 tahun

ilmu pikat pandangan mata

doa mencerdaskan anak

agar memiliki keberanian melawan musuh

mengikat pasangan secara batin dengan asma qomar

ilmu anti cukur rambut




[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Bookmark KEPALA DIKEPLAK MBAHKU at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Analisa Sidik Jari | Test Sidik Jari | Bakat Analisa Sidik Jari

kepala Dikeplak Mbahku

Kategori : Kisah Misteri    kirim ke lintas.me
 

Memberi sesaji kepada leluhur, terutama almarhum bapak dan ibunya, sudah menjadi tradisi bagi Painem, warga Magelang. Sesaji dilakukan tiap malam jumat. Untuk simbah, ia menyediakan segelas teh, segelas kopi dan tiga batang rokok di meja makan. Sedangkan untuk simbok, ia menyajikan tembakau, daun sirih dan segala kelengkapannya.


Itu sudah berlangsung bertahun lamanya. Tak ada tujuan lain, kecuali mendoakan agar arwah almarhum bapak dan ibunya diterima di sisi-Nya. Painem yang sudah menjanda memang sangat menghormati kedua orangtuanya. Rasa hormat itu tetap dijunjung, meski keduanya telah almarhum. Paling tidak dari kebiasaannya. Toh, tidak terlalu merepotkan. Hanya tiap malam jumat. Dua anaknya yang sudah remaja memang belum begitu paham apa maksud sesaji buat leluhur.

Painem bisa memaklumi. Meski tinggal di desa, anak muda zaman sekarang kurang begitu peduli pada tradisi. Ia hanya berharap jika kelak dewasa, kedua anaknya paham makna sesaji itu. Tentu, dengan harapan meneruskan tradisi itu. “Kuwi dinggo simbahmu,” begitulah jawabnya jika ditanya kedua anaknya tentang sesaji itu. Menjelang malam jumat, Painem bergegas ke pasar membeli perlengkapan sesaji, baik untuk bapak maupun ibunya. Sore hari, sesaji sudah diletakkan di meja. Seperti biasa. Untuk simbah, disediakan segelas teh, segelas kopi dan tiga batang rokok. Sedangkan simbok, sesuai kedoyanannya, yakni nyirih.

Sekitar pukul 23.00, Painem sudah tidur. Beni, anak pertamanya, juga sudah lelap. Anak keduanya, Beno, masih keluyuran. Mendekati pukul 00.00, Beno pulang.

Karena lapar dan haus, rada gragas. Beno ke meja makan. Siapa tahu ada makanan, pikirnya. Dilihatnya ada air teh dan kopi. Ada rokoknya lagi.

Tanpa pikir panjang, air kopi untuk sesaji diminum. Lalu satu batang rokok diambil dan disulut. Baru satu sedotan, tiba-tiba kepalanya dikeplak dari arah atas. Beno clingukan. Siapa yang memukul kepalanya. Ia tidak melihat siapa pun. Hanya ia sendiri di ruang makan.

Meski bingung campur takut, rokok itu disedot lagi. Tiba-tiba kepalanya dikeplak lagi. Kali ini lebih keras dari keplakan pertama. Beno makin takut. Ia langsung masuk ke kamar ibunya. Lalu dibangunkan. Ibunya jengkel. “Ana apa?” tanyanya. Beno menjawab, “Aku wedi, Bu...”

Beno menjelaskan duduk perkaranya. Ibunya muntab. “Kowe nrakcak. Kuwi sesaji dinggo simbahmu. Pantes wae nek kowe dikeplak,” ungkap ibunya. Beno melongo, sambil menggumam: “Simbah nesu...” 



ARTIKEL LAINNYA
kisah penganut pesugihan celeng kresek

bertemu hantu jalanan di bukit tinggi

pengalamanku naik bus hantu sumber kencono

arwah tante mendatangiku saat kematiannya

kisah pertemuan dengan arwah saraswati

kisah mistis bung karno dan mustika naga derajat

bila jin bulak kempit marah

hantu bergaun biru pengganggu bar

hantu-hantu itu muncul saat makan

kisah perburuan pusaka damphar pasir intan

 
 
KOMENTAR ANDA :
VIDEO MISTERI PILIHAN
Uji Nyali Gedung Lawang Sewu Semarang
 
 


[ IKLAN ]

belajar gendam



[ PRODUK ]

mustika batu mulia

software pemusnah santet dan penarik rejeki

mustika penakluk sukma

program pengamanan dan pemenangan pilkada

ruwatan plus transfer energi hoki

rajah modern penarik rejeki



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]





Follow Me on Twitter

[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 217

Page Rank Check



free counters


INDOSP, PO.BOX 5102 / JKT MAMPANG 12700, Indonesia
Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2012, IndoSpiritual.com