|
Malaysia kini sedang mengembangkan obat anti impotensi sejenis Viagra. Berbeda dengan viagra yang berasal dari teknologi farmasi moderen, maka viagra ala Malaysia ini berasal dari obat tradisional yang dikenal dengan "tongkat ali". Mampukah Malaysia meyakinkan dunia akan keamanan dan keampuhan obat ini?
Kepopuleran "tongkat ali" memang tak bisa diremehkan. Masyarakat, khususnya di Asia bisa mendapatkan obat yang diklaim bisa membuat pria untuk ereksi ini, dalam bentuk pil hingga minuman. Konon obat ini mengalahkan obat ginseng yang sejak lama sudah dikenal di Asia.
Menurut riset laboratorium yang dilakukan para ahli terhadap tikus percobaan, diketahui ramuan yang dimiliki "tongkat ali" mendorong produksi hormon sehingga tikus menjadi lebih lincah dan gesit. Namun belum diketahui bagaimana efeknya terhadap manusia. "Tentu efeknya berbeda pada setiap orang. Buat saya, obat ini membuat saya memiliki energi untuk main golf tanpa merasa lelah dan tidak ada efek negatif apapun," kata Abdul Razak, kepala Forest Research Institute Malaysia.
Ia mengaku mengonsumsi dua kapsul suplemen tumbuhan tradisional untuk meningkatkan stamina sebelum berolahraga golf di akhir pekan.
Tanaman yang biasa digunakan untuk ramuan "tongkat ali" dalam bahasa ilmiah disebut Eurycoma longifolia, yang hanya ada di Malaysia dan Indonesia. Seluruh bagian tanaman sejenis perdu yang dapat tumbuh sampai 10 meter ini bisa digunakan sebagai obat dengan cara direbus dan diminum airnya.
Setelah penelitian selama lima tahun, Malaysia bekerjasama dengan Massachusetts Institute of Technology, AS, akan mengembangkan obat ini menjadi obat komersial moderen. "Seluruh zat penting telah ditemukan, diujicoba dan dipatenkan. Kini kami sedang dalam proses melakukan studi klinis dan secepat mungkin memasarkan obat ini," kata Abdul Razak. Selain sebagai obat anti impotensi, "tongkat ali" juga akan dikembangkan menjadi obat kanker dan malaria.
Sumber : kompas.com |