Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
 
Sabtu Pon, 20 Desember 2014 (27 Safar 1436H)   









[ KEILMUAN ]

ilmu ucapan bertuah

mencegah tawuran massal

ilmu aji kawibawa

menangkal tuyul masuk ke rumah

mengambil kekuatan lawan dengan asma istijlab

membuka aura rejeki dan kewibawaan

agar tidak kekurangan rejeki

mengaktifkan pendulum batin




[ ARTIKEL ]

 feng shui untuk dekorasi natal

 pulau derawan dan akar bahar

 misteri kota kalachi, warganya bisa mendadak tidur

 inilah 6 bocah ajaib yang membuat kagum dunia

 mimpi adalah bahasa simbol dari tuhan



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Bookmark DIGANGGU KUNTILANAK at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Diganggu Kuntilanak

by : Indospiritual
Kategori : Kisah Misteri
 

SUAEB (bukan nama sesungguhnya) gemar sekali menceritakan pengalaman mistis kepada Satibi, anaknya semata wayang. Ia mengaku sering diganggu suara kuntilanak. “Hiii...hiii...hiii, cuma gitu doang cara kuntilanak ngeganggu aye, ujudnya sih emang kagak ade,” kata penduduk Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur ini, menirukan suara kuntilanak yang pernah beberapa kali didengarnya pada tengah malam.

Jika demikian, maka Suaeb biasanya cuma berdehem-dehem atau kadang terpaksa membuka pintu rumah sejenak, lantas suara tadi langsung berhenti. Dalam benak Suaeb itu pasti kuntilanak arwah menantu Mpok Lela yang meninggal bersama bayi yang hendak dilahirkannya dua tahun lalu. “Udah modern, Beh, masih percaye ama kuntilanak. Gue kagak pernah denger tuh,” geram Satibi, suatu hari selepas Isya. “He, Bi! Yang didengerin mah cuma satu orang, elu kagak mungkin didengerin,” sergah Suaeb. “Makanye gue kagak pernah percaye ama yang namanye kuntilanak. Liat, entar malem gue coba kagak tidur mau mbukti’in ape bener ade kuntilanak. E.., jangan-jangan babe selame ini cuma mimpi doang,” balas Satibi. “Cobai’n aje mumpung malem Jumat,” tantang Suaeb.

Dan benar, karena pas kebetulan esoknya harus mengerjakan soal-soal ujian semesteran, maka malam itu juga Satibi, mahasiswa filsafat, mencoba suntuk belajar sampai pagi sambil ingin membuktikan cerita bapaknya yang dianggap bualan belaka. Menjelang jam duabelas kantuk mulai menyergap. Satibi akhirnya merapikan buku-buku catatan kuliah yang habis dipelajari, lalu mematikan lampu kamarnya dan bermaksud tidur. Gelap di dalam kamar ketika itu tak membikin Satibi lekas tertidur. Udara gerah terus merayap tubuhnya, sementara di luar gerimis kecil perlahan turun menimpa genting, bagai menciptakan musik eksotis dan memperkelam sepi. Sesekali terlihat kelebat kilat menembus genting kaca.

Di saat angannya mengembara itulah terdengar suara seperti yang selama ini sering diceritakan bapaknya, sekaligus tidak dipercayainya. Ya suara seorang perempuan: “hiii..hiii...hiiii”. Satibi mencoba tetap tenang dan bertahan di atas dipan sambil menyimak suara itu. Tetapi suara ‘aneh’ itu semakin nyaring, berulang hingga membuatnya mulai penasaran. “Hai ndak usah ganggu gue,” seru Satibi. Gertakan demikian tak membuat suara itu berhenti, tetapi justru semakin terasa menyayat hati karena iramanya bagai rintihan seorang wanita yang sedang dilukai. Satibi mulai takut. Tetapi rasa ingin tahu membuat ia nekat bersijingkat dari dipan dan membuka pintu pelan-pelan. Pintu terbuka, ia mencermati suara yang arahnya terdengar dari rerimbun daun mangga depan rumah. Dalam sekejap di salah satu dahan terlihat segugus sinar putih menampakkan sesosok perempuan muda tengah duduk memangku bayi. Perempuan berambut panjang itu berdiri perlahan sambil tetap menunduk seperti sedang menatap kuat-kuat bayi dalam gendongannya. Tanpa suara, tanpa kata.

Dinikmatinya pemandangan aneh itu. Tetapi semakin ditatap seksama, perempuan itu seperti sengaja memperlihatkan mukanya yang pucat dan dingin, lalu mendekat seolah ingin menyerahkan bayinya kepada Satibi.

Beruntung, keimanan Satibi sudah teruji. Ia pun mulai sadar, serta segera melafalkan kalimat ta’awudh. Aneh. Entah dalam hitungan ke berapa perempuan itu akhirnya berbalik haluan, lalu lenyap bersama segugus sinar ditelan kegelapan.



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
wanita misterius pemberi rezeki

kisah wewe gombel culik anak

kisah mistis bung karno dan pusaka gaib

bila jin bulak kempit marah

kisahku berkelana di alam gaib

arwah tante mendatangiku saat kematiannya

bekas kuburan di kolong tempat tidurku

kisah taksi misterius

dipinang kanjeng ratu kidul

hantu kuburan beli bakso

 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
CCTV Penampakan Kuntilanak Menembus Tembok di Gd.Tertinggi di Jakarta
 


[ SPONSOR ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]





[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 162



website security

Nomor HP Hoki Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Pagar Gaib Mobil kalung penyembuh penyakit

Email : [email protected], SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2014, IndoSpiritual.com