Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Senin Kliwon, 24 Juli 2017 (29 Syawal 1438H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 andy wray : pria dengan ingatan hanya 2 hari

 tirakat di tempat keramat agar lolos cpns

 kepribadian pria berjari panjang lebih temperamen dan agresif

 ini yang terjadi jika magnet bumi bertukar posisi

 antisipasi teroris, polisi belajar ilmu hikmah di ponpes



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Diganggu Kuntilanak

by : Indospiritual
Kategori : Kisah Misteri
 

SUAEB (bukan nama sesungguhnya) gemar sekali menceritakan pengalaman mistis kepada Satibi, anaknya semata wayang. Ia mengaku sering diganggu suara kuntilanak. “Hiii...hiii...hiii, cuma gitu doang cara kuntilanak ngeganggu aye, ujudnya sih emang kagak ade,” kata penduduk Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur ini, menirukan suara kuntilanak yang pernah beberapa kali didengarnya pada tengah malam.

Jika demikian, maka Suaeb biasanya cuma berdehem-dehem atau kadang terpaksa membuka pintu rumah sejenak, lantas suara tadi langsung berhenti. Dalam benak Suaeb itu pasti kuntilanak arwah menantu Mpok Lela yang meninggal bersama bayi yang hendak dilahirkannya dua tahun lalu. “Udah modern, Beh, masih percaye ama kuntilanak. Gue kagak pernah denger tuh,” geram Satibi, suatu hari selepas Isya. “He, Bi! Yang didengerin mah cuma satu orang, elu kagak mungkin didengerin,” sergah Suaeb. “Makanye gue kagak pernah percaye ama yang namanye kuntilanak. Liat, entar malem gue coba kagak tidur mau mbukti’in ape bener ade kuntilanak. E.., jangan-jangan babe selame ini cuma mimpi doang,” balas Satibi. “Cobai’n aje mumpung malem Jumat,” tantang Suaeb.

Dan benar, karena pas kebetulan esoknya harus mengerjakan soal-soal ujian semesteran, maka malam itu juga Satibi, mahasiswa filsafat, mencoba suntuk belajar sampai pagi sambil ingin membuktikan cerita bapaknya yang dianggap bualan belaka. Menjelang jam duabelas kantuk mulai menyergap. Satibi akhirnya merapikan buku-buku catatan kuliah yang habis dipelajari, lalu mematikan lampu kamarnya dan bermaksud tidur. Gelap di dalam kamar ketika itu tak membikin Satibi lekas tertidur. Udara gerah terus merayap tubuhnya, sementara di luar gerimis kecil perlahan turun menimpa genting, bagai menciptakan musik eksotis dan memperkelam sepi. Sesekali terlihat kelebat kilat menembus genting kaca.

Di saat angannya mengembara itulah terdengar suara seperti yang selama ini sering diceritakan bapaknya, sekaligus tidak dipercayainya. Ya suara seorang perempuan: “hiii..hiii...hiiii”. Satibi mencoba tetap tenang dan bertahan di atas dipan sambil menyimak suara itu. Tetapi suara ‘aneh’ itu semakin nyaring, berulang hingga membuatnya mulai penasaran. “Hai ndak usah ganggu gue,” seru Satibi. Gertakan demikian tak membuat suara itu berhenti, tetapi justru semakin terasa menyayat hati karena iramanya bagai rintihan seorang wanita yang sedang dilukai. Satibi mulai takut. Tetapi rasa ingin tahu membuat ia nekat bersijingkat dari dipan dan membuka pintu pelan-pelan. Pintu terbuka, ia mencermati suara yang arahnya terdengar dari rerimbun daun mangga depan rumah. Dalam sekejap di salah satu dahan terlihat segugus sinar putih menampakkan sesosok perempuan muda tengah duduk memangku bayi. Perempuan berambut panjang itu berdiri perlahan sambil tetap menunduk seperti sedang menatap kuat-kuat bayi dalam gendongannya. Tanpa suara, tanpa kata.

Dinikmatinya pemandangan aneh itu. Tetapi semakin ditatap seksama, perempuan itu seperti sengaja memperlihatkan mukanya yang pucat dan dingin, lalu mendekat seolah ingin menyerahkan bayinya kepada Satibi.

Beruntung, keimanan Satibi sudah teruji. Ia pun mulai sadar, serta segera melafalkan kalimat ta’awudh. Aneh. Entah dalam hitungan ke berapa perempuan itu akhirnya berbalik haluan, lalu lenyap bersama segugus sinar ditelan kegelapan.



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
arwah tante mendatangiku saat kematiannya

dipinang penguasa laut selatan

cerita mistis di pantai semeti, lombok

kisah tragis pelaku ilmu santet

pengalamanku naik bus hantu sumber kencono

kisah tuyul dan babi ngepet curi uang warga

kakekku mampu berubah wujud menjadi harimau

kisah mistis kelahiran anakku

kisah pesugihan batu peot

bertemu penghuni gaib di sekolah

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan Hantu di South Ruislip London
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2017, IndoSpiritual.com