Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
 
Senin Wage, 22 September 2014 (27 DzulQa'dah 1435H)   







[ KEILMUAN ]

memilih jodoh yang tepat

agar bisnis yang terpuruk bangkit kembali

agar tubuh kebal dari pukulan lawan

memproteksi tubuh agar tidak bisa dimasuki jin

mantra memperberat pukulan

agar mendapat lailatul qodar

aji kewibawaan bulan bintang

agar anak berahlak mulia




[ ARTIKEL ]

 inilah batu kristal terlangka dan termahal di dunia

 brazillian jiu jitsu : bela diri yang cocok untuk wanita

 ini dia madu termahal di dunia seharga puluhan juta rupiah

 fenomena berburu hantu dengan fotografi

 berbagai mitos seputar gunung padang



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Bookmark DIGANGGU KUNTILANAK at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Pelatihan Kecerdasan dan Stimulasi Otak

Diganggu Kuntilanak

by : Indospiritual
Kategori : Kisah Misteri    kirim ke lintas.me
 

SUAEB (bukan nama sesungguhnya) gemar sekali menceritakan pengalaman mistis kepada Satibi, anaknya semata wayang. Ia mengaku sering diganggu suara kuntilanak. “Hiii...hiii...hiii, cuma gitu doang cara kuntilanak ngeganggu aye, ujudnya sih emang kagak ade,” kata penduduk Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur ini, menirukan suara kuntilanak yang pernah beberapa kali didengarnya pada tengah malam.

Jika demikian, maka Suaeb biasanya cuma berdehem-dehem atau kadang terpaksa membuka pintu rumah sejenak, lantas suara tadi langsung berhenti. Dalam benak Suaeb itu pasti kuntilanak arwah menantu Mpok Lela yang meninggal bersama bayi yang hendak dilahirkannya dua tahun lalu. “Udah modern, Beh, masih percaye ama kuntilanak. Gue kagak pernah denger tuh,” geram Satibi, suatu hari selepas Isya. “He, Bi! Yang didengerin mah cuma satu orang, elu kagak mungkin didengerin,” sergah Suaeb. “Makanye gue kagak pernah percaye ama yang namanye kuntilanak. Liat, entar malem gue coba kagak tidur mau mbukti’in ape bener ade kuntilanak. E.., jangan-jangan babe selame ini cuma mimpi doang,” balas Satibi. “Cobai’n aje mumpung malem Jumat,” tantang Suaeb.

Dan benar, karena pas kebetulan esoknya harus mengerjakan soal-soal ujian semesteran, maka malam itu juga Satibi, mahasiswa filsafat, mencoba suntuk belajar sampai pagi sambil ingin membuktikan cerita bapaknya yang dianggap bualan belaka. Menjelang jam duabelas kantuk mulai menyergap. Satibi akhirnya merapikan buku-buku catatan kuliah yang habis dipelajari, lalu mematikan lampu kamarnya dan bermaksud tidur. Gelap di dalam kamar ketika itu tak membikin Satibi lekas tertidur. Udara gerah terus merayap tubuhnya, sementara di luar gerimis kecil perlahan turun menimpa genting, bagai menciptakan musik eksotis dan memperkelam sepi. Sesekali terlihat kelebat kilat menembus genting kaca.

Di saat angannya mengembara itulah terdengar suara seperti yang selama ini sering diceritakan bapaknya, sekaligus tidak dipercayainya. Ya suara seorang perempuan: “hiii..hiii...hiiii”. Satibi mencoba tetap tenang dan bertahan di atas dipan sambil menyimak suara itu. Tetapi suara ‘aneh’ itu semakin nyaring, berulang hingga membuatnya mulai penasaran. “Hai ndak usah ganggu gue,” seru Satibi. Gertakan demikian tak membuat suara itu berhenti, tetapi justru semakin terasa menyayat hati karena iramanya bagai rintihan seorang wanita yang sedang dilukai. Satibi mulai takut. Tetapi rasa ingin tahu membuat ia nekat bersijingkat dari dipan dan membuka pintu pelan-pelan. Pintu terbuka, ia mencermati suara yang arahnya terdengar dari rerimbun daun mangga depan rumah. Dalam sekejap di salah satu dahan terlihat segugus sinar putih menampakkan sesosok perempuan muda tengah duduk memangku bayi. Perempuan berambut panjang itu berdiri perlahan sambil tetap menunduk seperti sedang menatap kuat-kuat bayi dalam gendongannya. Tanpa suara, tanpa kata.

Dinikmatinya pemandangan aneh itu. Tetapi semakin ditatap seksama, perempuan itu seperti sengaja memperlihatkan mukanya yang pucat dan dingin, lalu mendekat seolah ingin menyerahkan bayinya kepada Satibi.

Beruntung, keimanan Satibi sudah teruji. Ia pun mulai sadar, serta segera melafalkan kalimat ta’awudh. Aneh. Entah dalam hitungan ke berapa perempuan itu akhirnya berbalik haluan, lalu lenyap bersama segugus sinar ditelan kegelapan.



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
kisah pertemuan dengan arwah saraswati

kisah tuyul dan babi ngepet curi uang warga

diganggu kuntilanak

fenomena keberadaan jin muslim di masjid

akibat mendirikan rumah di atas kuburan

ritual pesugihan gagal, nyawa anak jadi korban

dukun aborsi kena getahnya

kuntilanak mengincar bayiku

pengalaman mistik memanggil jin kekayaan

bekas kuburan di kolong tempat tidurku

 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Atraksi Kekuatan Chi-Kung
 


[ SPONSOR ]


[ PRODUK ]

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami

mustika batu mulia



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]





[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 122



free counters


Nomor HP Hoki Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Pagar Gaib Mobil kalung penyembuh penyakit

Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2014, IndoSpiritual.com