Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
batu bertuah Buka Aura
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
kalung penyembuh penyakit kalung penyembuh penyakit
herbal kuno china bisa untuk sembuhkan kecanduan narkoba -  misteri gedung lawang sewu -  feng shui untuk rumah hoek -  kota jakarta dari sudut pandang fengshui -  ilmuwan seti ajak masyarakat mencari mahluk luar angkasa -  terapi cerebral palsy (lumpuh otak) dengan yoga -  makanan alami pencegah stroke -  khasiat tanaman lidah buaya - 
Kamis Pon, 24 Mei 2012 (3 Rajab 1433H)  


Menghasilkan Uang Melimpah .!

 Hatha Yoga | Prenatal Yoga | Yoga Class | Yoga for Depression





[ ARTIKEL ]

 gadis mutan asal vietnam bisa keluarkan hawa panas yang bisa membakar

 10 gunung paling sakral di dunia

 sukmaku diculik penghuni gaib gunung kawi

 heboh bayi di nigeria lahir membawa alquran

 misteri manusia yang bisa mengeluarkan api



[ KEILMUAN ]

agar terhindar dari musibah kecelakaan pesawat

ilmu untuk urusan mendesak

resep kaya raya kurang dari 1 tahun

ilmu pikat pandangan mata

doa mencerdaskan anak

agar memiliki keberanian melawan musuh

mengikat pasangan secara batin dengan asma qomar

ilmu anti cukur rambut




[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Bookmark DAYA MAGIS WATU PINAWETENGAN at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Daya Magis Watu Pinawetengan

Kategori : Umum    kirim ke lintas.me
 
batu mistikSekitar satu jam perjalanan menggunakan mobil telah ditempuh dari kota Manado. Sepanjang jalan, dari Kawangkoan terlihat hamparan sawah apalagi saat memasuki Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso di lereng Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa itu. Rumah panggung khas Minahasa milik penduduk sekitar tertata rapi di kanan kiri jalan desa yang hanya cukup untuk berpapasan dua mobil.

Jalan menuju obyek wisata Watu Pinawetengan memang beraspal tetapi banyak sekali lubang dan di beberapa ruas jalan banyak kerusakan. Jangan heran pula bila di jalan sempit beraspal itu akan berpapasan dengan gerobak sapi yang mengangkut rumput atau dengan segerombolan kuda yang pulang merumput. Selain itu, penduduk sekitar desa pun cukup ramah untuk ditanyai jalan, karena setelah papan penunjuk jalan di dekat Kawangkoan, tak ada petunjuk lain.

Setelah melewati hamparan sawah dan ladang, akhirnya terlihat juga bangunan seperti rumah dengan atap putih dan lambang burung hantu berwarna kuning. Tiang berwarna merah berjumlah sembilan dan di bawahnya terdapat batu dengan panjang 4 meter dan tinggi 2 meter.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bentuk batu ini seperti orang bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bentuk batu ini juga seperti peta pulau Minahasa. Batu ini menurut para arkeolog, dipakai oleh nenek moyang orang Minahasa untuk berunding. Maka tak heran, namanya menjadi Watu Pinawetengan yang artinya Batu Tempat Pembagian.

Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur, Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah, para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan tempat ini untuk berunding mengenai semua masalah yang dihadapi.

Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan perempuan, motif daun dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna.

Bongkahan batu besar alamiah ini ternyata juga menyimpan sisi magis religius. Tak jarang banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk berziarah mengajukan permohonan melalui ritual-ritual tertentu yang dipercaya.

Menurut juru kunci Watu Pinawetengan, Ari (48), banyak turis mancanegara yang berziarah di tempat ini, biasanya dari Belanda, Jerman, Australia dan Inggris. "Mereka yang kemari biasanya punya permohonan masing-masing dan batu ini dipakai sebagai sarana untuk mendekat pada Sang Pencipta," ujar Ari.

Diakuinya, seperti kisah salah satu turis dari Belanda, Jacob Rygeesberg, yang menderita lumpuh dan dibawa ke tempat ini dengan tongkat. Lalu dia bertekad setelah melihat batu ini, maka ia akan berjalan. "Memang saat itu, perlahan dia melempar tongkatnya dan berjalan tertatih hingga akhirnya benar-benar berjalan normal," kata pria yang tinggal di samping bangunan Watu Pinawetengan itu.

Beberapa kejadian aneh, menurutnya, juga sering terjadi di tempat ini seperti orang terlempar keluar area, mobil berjalan sendiri, ada yang memukul dari belakang. "Biasanya kalau kejadian seperti itu karena yang berkunjung sudah memiliki niat tidak baik," jelasnya.

Para wisatawan asing yang ingin berziarah dan melakukan ritual tertentu biasanya didampingi oleh guru spiritual mereka. Dalam bahasa masyarakat sekitar lokasi tersebut, pendamping ritual itu biasa disebut tonhas atau "orang pinter". Tetapi bagi wisatawan lokal biasanya membawa tonhas dari tetua adat penduduk sekitar.

Juru kunci obyek wisata tersebut memang mengakui banyak wisatawan asing yang berkunjung ke tempat itu hingga bermalam. Ada bekas hio atau pembakaran kemenyan di sekitar batu megalit itu. "Memang tak ada batasan mau berkunjung hingga jam berapa, yang penting mengikuti aturan di sini, seperti melepas alas kaki untuk masuk ke area dan tak punya niat yang jahat," ujar pria yang sehari-hari bekerja di ladang ini.

Bahkan beberapa orang yang rutin mengunjungi Watu Pinawetengan, ada ritual khusus yang diadakan tiap 3 Januari untuk melakukan ziarah. Sementara itu, karena nilai sejarah dan budaya yang kental, tiap 7 Juli dijadikan tempat pertunjukan seni dan budaya yang mulai terkikis di Minahasa.

Batu ini bisa dikatakan tonggak berdirinya subetnis yang ada di Minahasa dan menurut kepercayaan penduduk berada di tengah-tengah pulau Minahasa. "Nilai sejarah, budaya dan religiusnya sangat kental, maka cagar budaya ini harus tetap dirawat dan itu tugas kita bersama," jelas Ari.

ARTIKEL LAINNYA
gua kanjeng ratu kidul

kedutan dan firasat pada wanita

mendeteksi kebohongan dengan bahasa tubuh

ajaib! pohon karet mengeluarkan air ledeng

hari baik-buruk menurut kalender hijriyah

perang gaib para caleg

sejarah kartu tarot

misteri tengu : setan terbang dari jepang

primbon wanita : mengenal sifat wanita dalam rumah tangga

kekuatan mistis gunung merapi

 
 
KOMENTAR ANDA :
VIDEO MISTERI PILIHAN
Alia Sabur : Profesor Termuda di Dunia
 
 


[ IKLAN ]

belajar gendam



[ PRODUK ]

mustika batu mulia

software pemusnah santet dan penarik rejeki

mustika penakluk sukma

program pengamanan dan pemenangan pilkada

ruwatan plus transfer energi hoki

rajah modern penarik rejeki



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]





Follow Me on Twitter

[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 217

Page Rank Check



free counters


INDOSP, PO.BOX 5102 / JKT MAMPANG 12700, Indonesia
Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2012, IndoSpiritual.com