|
Nama keluarga kadang menimbulkan kebanggaan, namun kadang pula menyusahkan. Apalagi bila nama itu malah membuat seorang bocah sulit masuk sekolah. Nama bocah itu Max Hell. Hell berarti neraka. Padahal Hell sebenarnya adalah nama orang asli Austria.
Karena nama keluarganya itu, Max sempat dilarang bersekolah di sebuah sekolah Katolik di Australia. "Kami jadi korban nama," kata ayah bocah itu, Alex Hell.
Alex pantas kecewa, karena setelah putranya lulus SD di sebuah kota sebelah selatan Melbourne, sekolah lanjutannya menolak untuk menerima putranya.
"Sepertinya kami jadi dirusak secara keseluruhan. Ayolah, ini 2007 bukan 1407 yang merupakan masa kegelapan," imbuh ayah tiga anak ini.
Alex mengatakan, dia pernah ditawari untuk mengubah nama keluarga bagi anak-anaknya. Nama keluarga istrinya, Wembridge, diusulkan untuk mengganti nama Hell. Itulah usul dari Kepala Sekolah SD Kerasulan St Peter, Michael McGrath.
Namun Alex berubah pikiran. Alex memberitahu putranya, bahwa dia tidak bisa bersekolah di sekolah itu. Namun kemudian, sekolah itu berubah, Max diboleh bersekolah di situ. Sayangnya, Alex sudah terlanjur sakit hati. Karenanya, putranya tidak disekolahkan di sekolah tersebut.
"Sekolah itu tiba-tiba berubah sehingga Max bisa masuk ke sana. Tapi siapa yang mau masuk ke sana setelah menjadi korban. Saya lebih memilih sekolah lain. Kami tidak masalah dengan sekolah umum (bukan sekolah religius), yang kami inginkan hanya pendidikan Max ke depannya," beber Alex.
Akhirnya, Max bersekolah di sekolah lain. Terkait pergantian nama keluarga pada anak-anak, hal itu adalah inisiatif orangtua yang percaya bahwa apa yang mereka lakukan itu bisa membantu si anak dalam perubahan sekolah
Sumber : detik.com |