Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Nomor HP Hoki Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
Pagar Gaib Mobil kalung penyembuh penyakit
 
Rabu Kliwon, 30 Juli 2014 (2 Syawal 1435H)   





[ KEILMUAN ]

mantra memperberat pukulan

agar mendapat lailatul qodar

aji kewibawaan bulan bintang

agar anak berahlak mulia

mendapatkan ilmu secara gaib

agar kulit tidak luka oleh senjata tajam

agar memiliki derajat hidup yang tinggi

menaklukan keganasan anjing




[ ARTIKEL ]

 cara einstein membuktikan adanya tuhan

 misteri lorong waktu yang membuat orang hilang secara misterius

 kotoran kucing, obat kanker alternatif di masa depan

 jokowi presiden dan wahyu keprabon

 ingin bermimpi indah? konsumsilah makanan berikut ini



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Bookmark BERBAGAI SARANA AMPUH PENOLAK SANTET at Your Social Bookmarking Website    add favorites to your browser   Kamus Mistik, Klenik, Metafisik
Selamat Hari Raya Idul Fitri

Berbagai Sarana Ampuh Penolak Santet

by : Indospiritual
Kategori : Umum    kirim ke lintas.me
 
Pertarungan antara kekuatan baik dan jahat tak pernah henti, demikian juga di alam persantetan, munculnya kekuatan jahat diimbangi oleh munculnya kekuatan baik para penyembuh. Berbarengan dengan itu tercipta sarana-sarana penangkal santet baik fisik maupun non fisik. Seperti netralisator, cermin, kertas isi rapalan, ataupun pembukaan cakra tubuh.

Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba Agus (43) merasa tangannya sakit luar biasa. "Seperti tersengat aliran listrik," akunya. Jika lagi kambuh, wiraswastawan muda ini sampai mengerang-erang menahan sakit. Sejak dua minggu terakhir, terasa ada sesuatu yang mengganjal di tangan kanannya. Namun ia tidak tahu apa penyebabnya dan mengapa hal itu bisa terjadi. Yang jelas kondisi tangannya semakin parah, apalagi kalau digerakan.

Tak tahu harus berbuat apa, lelaki asal Semarang ini akhirnya minta bantuan "orang pintar". Dari hasil "diagnosis" diketahui ada sesuatu di dalam tubuhnya yang membuat tangannya sukar digerakkan. Dengan menggunakan telur angsa dan ubarampenya, orang pintar tadi mencoba mengeluarkan "sesuatu" tersebut. Sesudah telur angsa dan ubarampe itu ditanam selama tujuh hari, dari dalamnya keluar pernak-pernik yang tidak lazim. Jarum, parfum, ani-ani, kaca, uang koin, dan kulit harimau. Berbarengan dengan itu sedikit demi sedikit rasa ngilu yang mendera tangan pun berkurang. Aneh bin ajaib, tiga hari kemudian rasa sakit pun lenyap.

Pengalaman agak berbeda dialami Ade (nama samaran) asal Cirebon. Suatu ketika ia menderita penyakit misterius. Tak satu pun dokter yang mampu mengobatinya. Ketika berkonsultasi dengan seorang penyembuh, ia disarankan untuk mandi di bak air yang sebelumnya diisi ikan emas. Kendati tak begitu paham, ia melakukan saja anjuran itu. Lagi-lagi terjadi keanehan. Setiap kali bak mandi itu diberi ikan emas, 2 - 3 jam kemudian ikan segar itu kontan mati. Kejadian ini berulang-ulang, sampai akhirnya untuk kesekian kalinya ikan emas yang dimasukkan ke dalam bak tidak lagi mati. Ketika kemudian air bak itu digunakan untuk mandi, keluhan sakitnya lantas lenyap.

Cerita di atas bukan isapan jempol lantaran dituturkan sendiri oleh si orang pintar dan penyembuh dalam cerita itu. Keduanya adalah Ibu Iin Sp, paranormal asal Bekasi dan Romo Lukman Handoyo, rohaniwan yang menggeluti paranormal dengan caranya sendiri.

Induksi Negatif

Kendati tampaknya tak masuk akal, kejadian macam itu masih sering dijumpai di tengah-tengah masyarakat. Bentuknya bisa macam-macam. Tetapi umumnya bertujuan untuk mencelakakan orang lain dengan cara tidak wajar. Oleh sementara kalangan fenomena ini disebut santet.

Secara lebih jelas, Iin menyebut santet sebagai benda yang dikirim seseorang untuk mencelakakan orang lain. Tujuannya untuk membuat orang menderita, sakit, bahkan meninggal dunia.

Namun, Drs. IGK. Putra Wirawan, terapis dan penyembuh dengan kekuatan prana "Prana Murti" punya pandangan sedikit lain. Menurut pria yang bertutur kata lembut ini santet adalah suatu usaha atau perbuatan mempengaruhi atau mengganggu orang lain dengan tujuan tidak baik, menggunakan benda nyata atau kekuatan yang tidak kelihatan. Lain lagi dengan Romo Lukman. Menurutnya, santet tak lebih dari induksi negatif yang ditujukan untuk mencelakakan orang lain. Atau energi alam yang dipermainkan secara tidak wajar.

Pangkal tumbuh kembangnya santet umumnya rasa sakit hati; yang entah disadari ataupun tidak, menjadi bagian dari relasi antarmanusia. Misalnya, orang sudah berbuat baik, tetapi bisa saja di mata orang lain perbuatan itu diartikan lain. Ketika kemudian muncul kebencian yang tidak bisa diselesaikan melalui cara-cara baik, orang bisa saja berpaling ke santet.

Sudah pasti cara ini menyimpang. Oleh karena itu bentuk-bentuk penyantetanpun menjadi tak lumrah. Misalnya dengan mengirimkan sesuatu dengan cara mengendalikan dari jarak jauh. Wujudnya bisa jarum, ani-ani, silet, gabah, kaca, rambut. "Kalau dikirim silet badan terasa tersayat-sayat, sedang rambut akan membuat mual," papar Iin.

Dalam proses pengiriman itu, umumnya si penyantet mempelajari lebih dulu kelemahan-kelemahan calon korban. Pelaksanaan tindak ini pun bermacam-macam waktunya. Mungkin saat hari kematian orang tua atau saudara dekat, bisa juga saat korban dilanda perasaan galau. Romo Lukman melihat malam hari adalah situasi rawan buat korban santet. Alasannya, pada saat itu orang menjadi kurang aktif sementara di alam terjadi perubahan magnetik yang membuat gelombang santet bisa berjalan dengan mudah.

Bisa saja ditiru, tapi kalau salah meletakkan malah mencelakakan.

Atas dasar pengalaman sebagai pengusada (penyembuh) berbagai penyakit fisik dan nonfisik, Putra Wirawan membagi penyantet menjadi dua kelompok. Penyantet profesional dan tidak profesional. Yang profesional pun masih dibagi dua lagi. Pertama, bisa langsung menyantet dengan kekuatan batin. Kedua, baru bisa menyantet dengan menggunakan sarana. Misalnya minyak, silet, jarum, paku, kawat, benang, kayu peti mati, bunga orang mati, dll. Menurut Putra Wirawan benda-benda yang dikirim dengan bantuan makhluk halus itu mengalami proses dematerialisasi (perubahan bentuk). "Pada saat dipegang oleh si penyantet benda-benda yang akan dikirim itu masih berujud nyata, tetapi dalam perjalanan menuju sasaran bentuk menjadi tak kasat mata. Setelah sampai sasaran benda itu kembali seperti sediakala," jelas Putra.

Sedang dalam kelompok penyantet yang tidak profesional biasanya diperlukan orang lain untuk "menanam" sarana santet diam-diam. Jika tidak sempat "ditanam" maka cukup dilemparkan saja ke halaman rumah korban.

Lukman melihat proses penyantetan bukanlah sesuatu yang "gelap" dan mistis. "Itu ilmiah, bisa dilogikakan semacam proses elektrodinamika" katanya. Manusia tertentu, katanya, punya potensi mengubah materi menjadi energi. Dengan kemampuan tertentu pula energi itu dikirimkan ke tubuh korban lewat proses elektrodinamika. Karena pada dasarnya tubuh manusia mengandung muatan-muatan listrik, korban akan tidak kuat menahan kiriman energi yang mengenai tubuhnya. Oleh karena itulah korban lalu menjadi sakit.

Netralisator, Telur Angsa

Yang jelas, para penyembuh tak menyerah begitu saja pada kekuatan jahat itu. Romo Lukman punya netralisator. Alat yang terbuat dari tembaga ini berukuran panjang 7 cm, tebal 2 cm, berujud kumparan dengan berbagai bentuk dan memiliki daya elektrostatiska untuk menyerap dan menetralkan energi yang berlebihan. Di mata ahli elektronika, bentuk-bentuk alat netralisator itu masuk akal. "Ini bisa berfungsi sebagai stabilisator yang mengeluarkan induksi elektrostatis untuk menetralkan," ujar ahli itu seperti diceritakan Romo Lukman.

"Dari pengalaman saya, rumah yang sudah dipasangi alat ini sulit untuk mendapatkan gangguan. Kalaupun ada unsur santet yang masuk, dalam tiga hari akan hilang," papar rohaniawan yang bertugas di Purworejo ini. Baginya tidak ada tendensi apapun dibalik pembuatan alat-alat netralisator ini. Alat ini bekerja secara positif dengan cara menyerap dan menetralkan gelombang-gelombang magnetis yang merugikan bagi penghuni rumah.

Siapa pun yang mau, rumahnya bisa dipasangi alat netralisator ini. Hanya saja, untuk menentukan tempat pemasangan yang tepat hanya Romo Lukman dan murid-muridnya saja yang tahu. "Soalnya, kalau penempatannya tidak tepat, fungsinya malah jadi terbalik," katanya. Untuk pemasangan ini yang bersangkutan harus datang dengan membawa denah rumah. Dari denah yang merupakan proyeksi rumah sebenarnya ini, lalu dilakukan deteksi telepatis. "Cara ini bisa lebih cepat dan teliti," tandasnya. Meski tak tertutup kemungkinan dalam pendeteksian itu ditemukan gelombang-gelombang aneh. Kalau ini yang terjadi, pria yang sudah berpengalaman selama 30 tahun sebagai penyembuh itu akan mengorek keterangan lebih dalam dari pemilik rumah. Misalnya, soal kondisi sekitar rumah. Bahkan, jika diperlukan rumah yang bersangkutan bisa didatangi.

Netralisator karya Romo Lukman bisa juga dipakai untuk "menjinakkan" rumah "angker". Pengalaman ini dikisahkan oleh salah seorang pasien. Kepada Romo Lukman pasien ini mengaku meski suaminya sedang bekerja di kantor, seringkali ia merasakan keberadaan suaminya di rumah. Sekelebat bayangan suaminya masih berada di rumah. "Orang Jawa bilang rumah itu angker. Tapi kami melihatnya ada radiasi," kata Romo Lukman. Radiasi itu tak hanya bisa memunculkan bayang-bayang, tetapi juga bisa membuat orang sakit-sakitan dan suka marah karena rumah itu panas. Setelah dipasang alat netralisator bayang-bayang suaminya itu ternyata tak ada lagi.

Dalam skala yang lebih luas, netralisator Romo Lukman bisa diaplikasikan di sektor pertanian maupun peternakan untuk membantu peningkatan volume hasil panen atau produktivitas ternak. Ini pernah diujicobakan pada dua bidang lahan tanah yang sama luasnya dan sama-sama ditanami dengan rumput gajah. Perbedaannya, satu bidang diberi netralisator, sementara bidang lainnya tidak. Usai panen, produksi rumput pada bidang tanah yang diberi netralisator 2 kuintal lebih banyak, dibandingkan dengan panen dari lahan yang tidak diberi netralisator.

Untuk menetralisir gelombang elektrostatis di dalam mobil akibat gesekan udara dan gesekan mesin pun bisa dipakai netralisator khusus yang dipasang di bawah spion kabin sekaligus sebagai hiasan. "Kalau bus penumpang pakai ini, bisa untuk mengurangi jumlah penumpang yang mabuk atau muntah," paparnya.

Kini, ia telah menghasilkan puluhan tipe netralisator. Dalam perkembangannya, netralisator itu terus mengalami penyempurnaan guna meningkatkan tingkat kepekaannya. Dengan alat terbaru misalnya, hanya dibutuhkan satu netralisator sementara dengan alat yang lama diperlukan dua atau tiga.

ASTRA merupakan nama netralisator paling gres. Kalau hanya berpegang pada nama, orang bisa bingung ketika harus mengaitkan nama itu dengan maksud atau kemampuan tertentu. Soalnya, bagi Romo Lukman, nama hampir tak ada artinya kecuali hanya untuk membedakan satu dengan lainnya. "Waktu itu ASTRA (perusahaan otomotif multinasional) sedang jadi bahan berita, ya, terus saya kasih nama ASTRA. Sementara nama Gipsy, tercipta saat saya sedang sakit dan di gips," kata Romo Lukman yang mulai menciptakan alat itu sejak tahun 1976. Dengan maksud membantu mereka yang membutuhkan, alat ini dijual dengan harga relatif murah antara Rp 7.500,- - Rp 15.000,-.

Lain Lukman lain lagi Ibu Nyoman, seorang pengusada prana lain. Ia menggunakan cermin untuk mengusir santet. Cermin itu terbuat dari kaca yang dipotong-potong, kemudian ditempelkan pada bidang yang berbentuk lonjong. Bentuk akhir menjadi semacam cermin hias berbentuk lonjong. Cermin ini bisa digantung di depan rumah. Seperti halnya sifat dasarnya, cermin akan memantulkan segala sesuatu, termasuk kekuatan jahat yang ditujukan ke dalam rumah. "Kekuatan penolakan terhadap santet bisa pula dilakukan dengan "mengisi" cermin itu dengan kekuatan prana," katanya.

Sementara itu, Ny. Iin punya cara lain dalam menghalau kekuatan jahat, yakni dengan memasukkan "sesuatu" ke dalam botol, disumbat lilin, lalu ditanam di depan rumah. Kadang ia menggunakan telur yang "diisi". "Selama barang itu belum rusak, maka masih bisa digunakan," tandas Iin.

Sedang Putra Wirawan yang sehari-hari rata-rata menerima 10 pasien terkena santet, memberikan pencegahan santet dengan cara membukakan cakra (simpul-simpul kekuatan di dalam tubuh). Setelah dibuka, orang yang bersangkutan akan memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya. Bahkan, terhadap kekuatan lain. Misalnya, serangan tenaga dalam, pukulan langsung, maupun usaha pencopetan bisa gagal lantaran terbukanya cakra ini. "Pokoknya serangan fisik dan nonfisik," jelas Putra. Kadang ada juga orang yang datang agar cincinnya diisi lantaran mau merantau atau pergi jauh. Dalam kasus ini Putra Wirawan biasanya mau membantu.

Sakit Tak Sembuh-sembuh

Santet umumnya memang masuk ke tubuh seseorang dengan tiba-tiba. Tandanya, rasa sakit yang tidak sembuh-sembuh, sementara diagnosa dokter tak pernah bisa menemukan penyebab yang jelas. Jika itu yang terjadi, Iin biasanya menggunakan sarana berupa kelapa hijau muda, telur adem (telur yang tidak jadi), dan daun padmanaba. Sarana ini ditanam di halaman rumah bersangkutan. Cuma tempat penanaman yang tepat sangat tergantung pada perasaan hati. Soalnya, santet bisa masuk lewat pintu, jendela, atau pintu gerbang. Selama masa penanaman itu biasanya kadar sakit orang yang terkena santet itu berkurang. Sampai akhirnya sembuh ketika sarana itu dibongkar kembali.

Lain lagi dengan apa yang dilakukan oleh Putra Wirawan yang mengaku mengeluarkan "buah" santet dengan bermacam-macam cara. Mula-mula ia menawarkan diri untuk mencabutnya. Ini dilakukan bila menurut hasil deteksi, seseorang positif terkena santet atau sudah berobat ke mana-mana tetapi tidak sembuh, sementara banyak orang mengatakan ia terkena santet. Kalau langkah ini tidak berhasil, ia akan meningkatkan kekuatannya lagi. Caranya, secara imajinatif mengeluarkan api dari cakra tangannya untuk membakar. Jika masih gagal, si pasien dibawa ke lapangan dan dipukul bertubi-tubi. Sampai tahap ini ada yang berhasil, di mana "makhluk" santet itu minta ampun kemudian pergi. Tapi terkadang dengan cara itu pun tidak mempan. Untuk kasus seperti ini dia akan berhadap-hadapan langsung untuk melihat siapa Putra Wirawan. "Umumnya dengan cara begitu santet itu langsung pergi," ujar Putra.

Sementara Romo Lukman akan mencari tahu energi apa yang ada di orang itu. Misalnya dengan menganalisis tempat kerja, tempat tinggal, dan kendaraannya. Sesudah itu, ia menetralkan dengan memberi sesuatu untuk diminum. Maksudnya, untuk mengimbangi energi negatif. Seringkali bahan penetral itu sulit didapat lantaran bahan baku penetral memang tidak paten. Jika penggempuran dari dalam dianggap cukup, proses berikutnya adalah menetralisir dari luar. Misalnya, mandi dengan air yang didalamnya diberi ikan emas seperti cerita di atas.

Jadi, kalau tiba-tiba saja Anda didera penyakit aneh yang sulit didiagnosis dokter, barangkali perlu waspada. Jangan-jangan Anda terkena santet!

Sumber: Intisari

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
makna di balik bahasa tubuh duduk dan berdiri

ilmuwan yakin ada potensi kehidupan di planet lain

anak indigo cerdas secara iq dan spiritual

puasa kejawen dalam tradisi nusantara

karakter orang dengan golongan darah b

berbagai kejadian misterius yang tak mampu di ungkap fbi

bullet baba : motor keramat dari india

memprediksi kepribadian anak dari urutan kelahirannya

terapi al quran untuk pengemudi mengantuk

serangan umum 1 maret dan kisah soeharto kebal peluru

 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Lily : Bayi Jenius Dengan Daya Ingat Super!
 
 


[ SPONSOR ]


[ PRODUK ]

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami

mustika batu mulia



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]





[ STATISTIK ]

  Member Aktif : 93



free counters


Email : support@indospiritual.com, SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2014, IndoSpiritual.com