|

|

| Home
>
Artikel > Detail |
 |
 |
|
Arti Sebuah Makam dari Sudut Pandang Fengshui |
Kategori :
Umum
|
| |
|
|
Mungkin Anda pernah menonton film-film bertema vampir dari negeri Cina yang cukup sering menghiasi layar kaca beberapa waktu lalu. Dikisahkan ada keluarga yang mengalami kemiskinan, bencana, kematian, dan nasib buruk bahkan sampai keturunan yang ke tujuh, karena rumah pemakaman leluhurnya buruk. Kemudian setelah makam leluhurnya diperbaiki kondisi keluarga tersebut perlahan berubah menjadi makmur dan kaya raya. Apakah ini hanya semacam mitos atau memang demikian adanya?
Kematian seseorang ternyata tidak lantas mematikan orang tersebut secara keseluruhan. Tubuh seseorang yang telah meninggal masih dapat "memancing" energi di dalam tanah. Tulang-tulang mereka bertindak sebagai transmiter energi pada ruh-ruh yang berhubungan dengan ia yang telah mendahului. Jadi, ketika energi negatif melingkupi jasad almarhum, itu jualah yang dihembuskan pada keluarga yang ditinggalkan.
Sebaliknya, energi positrif pun akan dikirimkannya kepada orang-orang dekat yang masih hidup, ketika chi positif pula mengelilingi. Inilah yang kemudian berpengaruh, kepada munculnya kemakmuran maupun kesuraman pada kerabatnya.
Demikianlah feng shui memandang kosmos kehidupan orang-orang yang telah tiada. Orang menyebutnya feng shui rumah yin, yakni seni menata keharmonisan lingkungan, dengan mereka yang telah tiada. Kendati secara fisik yang ditata adalah rumah makam,tapi itu dimaksudkan demi kepentingan keluarga yang ditinggalkan serta keturunannya yang akan datang.
Penataan rumah makam tidak sama dengan menata rumah untuk hunian atau bangunan pada umumnya. Tempat tinggal umumnya adalah yang sedangkan rumah makam berunsur yin. Tapi menata rumah feng shui yin sama sulitnya dengan menata rumah feng shui yang. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempertimbangkan landscape alam yang hendak dipilih menjadi rumah makam. Sesudah itu barulah menentukan lokasi, kedekatan dan bentuk gunung-gunung didekatnya. Hal-hal inilah yang akan berperan besar serta menentukan penemuan energi baik atau buruk pada makam yang bersangkutan.
Pengelompokan bukit-bukit dan gunung serta kemampuannya menyimpan energi di dalamnya, merupakan salah satu aspek yang dikaji oleh para master feng shui. dan pemikiran ini didukung oleh berbagai riset dan literatur yang menyebutkan adanya perbedaan kandungan energi antara gunung yang satu dengan yang lainnya. Beberapa penafsiran areal, tak bisa dipungkiri memang agak subjektif.
Misalnya, apa yang dilihat oleh seseorang menyerupai gunung "naga", ternyata oleh orang lain lebih menyerupai "ular". Sementara, penglihatan mengenai bentuk formasi gunung tersebut, akan berpengaruh pada keturunannya. Sebagai contoh, lebih dari satu sumber mengatakan bahwa, jika suatu pegunungan tampak "seperti wanita yang mengangkat rok", maka pemakaman disana akan menghasilkan keturunan wanita susila.
Ini sungguh membuat frustasi. Atau pegunungan yang dilihat orang, seperti sebaris tentara, (sehingga diharapkan akan menghasilkan keturunan panglima militer dan pemimpin politik), mungkin tampak seperti sesuatu yang lain sama sekali, bagi praktisi feng shui lainnya.
Masalahnya, kalau sudah membahas deskripsi "gunung yin" dan "gunung yang" serta "gunung dalam" dan "gunung luar", memang menjadi agak teknis. Anda benar-benar perlu terbang di atas areal yang bersangkutan atau melihat topografi, untuk menilai konfigurasi keseluruhan, baru kemudian memutuskan apakah areal tersebut baik untuk lokasi pemakaman atau tidak.
Kerumitan inilah yang mengakibatkan, para pelopor feng shui masa lampau, sampai mesti menghabiskan waktu bertahun-tahun, "berjalan menyusuri gunung", untuk menentukan nilai sebuah areal yang akan menjadi rumah makam, demi mencari kisi-kisi energi positif bagi ruh-ruh yang saling terhubung.
Sumber : Nurul Agustina
|
| |
| |
|
|
|
KOMENTAR ANDA :
|
|
|
|
|
| |
| |
|
|
|
|
|
|
|

|
 |