Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Senin Wage, 24 April 2017 (27 Rajab 1438H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 meramal usia seseorang melalui sitting rest tes

 penjelasan ilmiah mukjizat nabi musa membelah laut

 pesona mistis candi agung amuntai

 misteri kuburan vampir terungkap

 kisah kiai masduqie dan keajaiban sholawat



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Apa Itu Kasyaf?

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
kasyafPada suatu hari yang amat panas, Rasulullah SAW berjalan menuju kompleks makam Baqi'al-Garqad. Pada saat itu, sekelompok orang berjalan meng ikutinya. Ketika mendengar suara sandal, Rasulullah sadar (kalau ia sedang dibuntuti). Nabi lalu mempersilakan mereka lebih dahulu. Ketika mereka berlalu, tiba- tiba ia memperhatikan dua makam baru yang isinya dua laki-laki. Nabi berdiri dan bertanya siapa orang yang berada di dalam makam ini Mereka menjawab fulan dan fulan.

Mereka kembali bertanya kepada Rasulullah, apa gerangan yang terjadi dengan makam baru itu? Rasulullah menjawab bahwa salah seorang di antara keduanya dulu tidak bersih kalau ia membuang air kecil dan yang satunya selalu berjalan menebar adu domba. Lalu, Rasulullah mengambil pelepah daun kurma yang masih basah, sahabat bertanya untuk apa itu dilakukan. Dijawab oleh Nabi, "Agar Allah SWT meringankan siksaan terhadap keduanya".

Mereka bertanya lagi, "Sampai kapan keduanya diazab?" Dijawab, "Ini hal yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah SWT. Seandainya hati kalian tidak dilanda keraguan dan tidak banyak bicara, niscaya kalian akan mendengar apa yang sedang aku dengar." (HR Ahmad).

Dalam riwayat lain dijelaskan, Hanzalah bin al-Rabi'al-Usaidi ber kata, "Abu Bakar datang kepadaku lalu bertanya, "Apa yang terjadi dengan dirimu?' Hanzalah menjawab, "Aku telah menjadi seorang munafik', Abu Bakar berkata, "Subhanallah, kamu berkata apa? Lalu, aku jawab, "Kita berada di samping Nabi saat Beliau menjelaskan kepada kita tentang surga dan neraka. Saat itu seolah-olah kita sedang menyaksikan surga dan neraka dengan mata kepala sendiri. Namun, ketika keluar dari majelis beliau, kita tenggelam dengan urusan anak istri dan hal-hal lain yang sia-sia, kita banyak lupa'."

Abu Bakar bertanya, "Demi Allah sesungguhnya kami pun mengalami keadaan seperti itu". Lalu, Abu Bakar berangkat hingga kami masuk ke ruangan Rasulullah, saat itu aku berkata, "'Hanzalah menjadi seorang munafik wahai Rasulullah!" Beliau bertanya, "'Apa yang terjadi?" Lalu, aku jawab, "Kami berada di samping engkau saat engkau menjelaskan kepada kami tentang neraka dan surga.

Saat itu seolah-olah kami melihat surga dan neraka dengan mata kepala sendiri. Namun, ketika kami keluar dari sisimu, kami tenggelam oleh urusan anak, istri, dan hal-hal yang sia-sia, kami banyak lupa. "Lalu, Nabi menjawab, "Demi Zat Yang Maha Menguasai jiwaku, seandainya kalian terus-menerus mengalami apa yang kalian alami saat berada di sisiku dan terus- menerus berzikir, niscaya para malaikat akan menyalami kalian di tempat-tempat pembaringan kalian dan di jalan-jalan yang kalian lalui. Hanya saja wahai hanzalah, itu hanya terjadi sewaktu-waktu." Beliau mengulang-ulangi perkataan ini tiga kali. (HR Muslim dan Tirmizi).

Dalam riwayat lain juga dijelaskan, sebagaimana diceritakan oleh Imam Bukhari dalam kitab Kitab Jam'ul Fawaid. Imam Bukhari meriwayatkan dari Usaid bin Hudhair, ketika ia membaca surah al-Baqarah di malam hari, sementara kudanya ditambatkan di sampingnya tiba-tiba kudanya meronta-ronta. Ia menenangkan kudanya hingga tenang lalu melanjutkan bacaannya lagi, kembali kudanya meronta-ronta kemudian kembali menenangkan lagi. Kejadian ini berulang tiga kali. Ia juga memperingatkan anaknya bernama Yahya agar menjauhi kudanya agar tidak disakiti.

Usaid menengadah langit dan disaksikan ada naungan yang di dalamnya terdapat pelita besar. Ketika pagi tiba, ia melaporkan kejadian ini kepada Nabi. Nabi berkata bacalah terus (Alquran itu) wahai Usaid, diulangi tiga kali. Aku juga menengok ke langit ternyata aku juga menemukan hal yang sama. Nabi memberikan komentar, "Itu adalah para malaikat yang men dekati suaramu. Seandainya kamu terus membaca (Alquran) keesokan paginya manusia akan melihat para malaikat yang tidak lagi menyembunyikan wujudnya dari mereka".

Ketiga hadis shahih di atas mengisyaratkan adanya penyingkapan (kasyaf), yaitu kemampuan seseorang untuk melihat atau menyaksikan sesuatu yang bersifat gaib, seperti melihat, mendengar, atau merasakan adanya suasana gaib.

Apa yang disaksikan itu berada di luar kemampuan dan jangkauan akal pikiran manusia normal. Kasyaf tidak hanya terjadi pada diri seorang nabi atau rasul yang dibekali dengan mukjizat, tetapi manusia biasa yang mencapai maqam spiritual tertentu juga bisa menyaksikannya, walalupun sudah barang tentu, kapasitas kasyaf tersebut berbeda dengan penyaksian yang dialami oleh para nabi atau rasul.


Kasyaf dapat di akses oleh siapa saja yang memiliki kedekatan khu sus dengan Allah SWT. Hal itu ditekankan oleh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani dalam karya monumentalnya berjudul Jami' Karamat al-Auliya. Dalam kitab yang memuat biografi 695 wali (di luar wali-wali yang muncul di Asia Tenggara) itu, terlihat jelas betapa para wali rata- rata memiliki kemampuan untuk menggapai mukasyafah. Termasuk di dalamnya Imam Ghazali, Ibnu `Arabi, dan Imam Syafi'i. Bentuk kasyafnya bermacam-macam. Sesuai kondisi objektif kehidupan para wali tersebut.

Rasulullah SAW juga pernah menegaskan, "Seandainya hati kalian tidak dilanda keraguan dan tidak mengajak kalian untuk banyak bicara, niscaya kalian akan mendengar apa yang sedang aku dengar." Dalam hadis lain, sebagaimana dinukilkan dari Kitab Ihya'?lum al-Din, Rasulullah mengatakan, "Seandainya bukan karena setan yang menyelimuti kal bu anak cucu Adam maka niscaya mereka akan dengan mudah menyaksikan para malaikat gentayangan di jangat raya kita."

Di dalam Alquran juga ada isyarat yang memungkinkan seseorang memperoleh kasyaf. Ada beberapa ayat yang mengisyarakatkan demikian. Di antaranya, ayat 37 surah Qaaf. "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedangkan dia menyaksikannya."

Ini diperkuat pula dengan ayat 69 surah al-Ankabut. Allah berfirman, "Dan orang-orang yang ber jihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan, sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Namun, Ibnu `Athaillah mengingatkan kepada kita, jangan sampai lebih mengutamakan mencari kasyaf.  Pernyataannya itu seperti termaktub dalam kitab Hikam-nya. Ia mengatakan, "Melihat aib di dalam batin lebih baik daripada melihat gaib yang tertutup darimu." Boleh jadi Allah memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib ke ra jaan-Nya dan menutup ke mam puanmu untuk meneliti ra ha sia-rahasia hamba-Nya, namun tidak berakhlak dengan sifat kasih Tuhan, niscaya penglihatannya men jadi fitnah baginya dan menyebabkan terperosok ke dalam bencana."

Said Hawwa berkomentar da lam bukunya yang berjudul Tar biyyatuna al-Ruhiyyah. Menurutnya, mengedepankan pesan khusus, jangan sampai kasyaf yang diperoleh malah menjadi hijab tebal bagi yang bersangkutan. Pernyataan Said Hawwa ini sejalan dengan ayat Alquran: "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain per kataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhan mu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS al-An'am [6]:112).

Dalam ayat lain disempurnakan:

"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami beri kan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Alkitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang- orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung pada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, ma ka perumpamaannya seperti an jing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). (QS al-A'raaf [7] : 175-177).

Ayat di atas memungkinkan se seorang yang sudah menggapai kasyaf, namun mendewa-dewakannya dan menceritakan ke mana- mana pengalaman batin tersebut. Jika muncul perasaan bangga ketika ia mendapatkan pujian dari orang lain maka kasyaf inilah yang justru akan menjerumuskannya ke bawah. Sebaliknya, ada pendosa besar jatuh ke bawah tetapi kemudian me lenting kembali ke puncak, lantaran bangkitnya kesadarannya untuk melakukan pertobatan besar, sehingga ia berkeyakinan dosa yang baru saja dilakukannya adalah dosa terakhir dari seluruh dosa yang pernah dilakukannya.

Jadi, sebuah contoh yang kontras; seorang terjun ke dunia kehinaan lantaran takabur dalam menerima kasyaf. Sebaliknya, seorang pendosa besar lalu insaf dan taubat, maka ia memantulkan diri ke atas melampaui tingkatan spiritual sebelumnya.

Sumber : Prof.Dr.Nasaruddin Umar (Wakil Menteri Agama RI, Guru Besar UIN)

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
peruntungan profesi dan bisnis anda di tahun kerbau

penemuan pusaka mani gajah bernilai puluhan milyar

mendeteksi kebohongan dengan bahasa tubuh

ini dia tempat wisata mistik nyai roro kidul

karomah sumber mata air sunan kalijaga

kesenian mistis tarung peresean khas lombok

misteri di balik sejarah tahun jawa

menimbang tulang, makin berat makin hoki

mati suri sama dengan halusinasi?

mitos mistis bengkel ketok magic

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Natasha Nova Menggerakan Garpu Tanpa Menyentuh
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2017, IndoSpiritual.com