Banyak hal yang ditemukan saat berkunjung ke Keraton Sumenep yang kini jadi museum. Selain kereta kencana dan ruang tidur raja serta alat penutup alat kelamin perempuan, di dalam istana juga dijumpai Al-Quran raksasa.
Al-Quran itu ramai didatangi pengunjung menjelang bulan puasa. Konon kabarnya Al-Quran itu mengandung daya magis. Usai membaca Al-Quran itu banyak pengunjung yang mendapat berkah.
"Bagi orang pintar, Al-Quran tersebut dirasakan mempunyai magis tersediri, sehingga pengunjung museum selalu minta antar ke tempat Al-Quran itu," kata Pemandu Wisata di Museum Keraton Sumenep, Moh Ramli saat berbincang dengan detiksurabaya.com.
Al-Quran itu diletakkan di dekat Pendopo Agung atau tempat raja memimpin. Al-Quran dalam posisi terbuka artinya semua pengunjung dapat membaca ayat-ayat yang ada di dalam Al-Quran yang berusia ratusan tahun itu.
Al-Quran itu, kata Ramli, dibuat pada masa pemerintahan Sultan Abdurrachman Pakunataningrat. Al-Quran itu kabarnya dibuat dalam waktu satu hari satu malam.
Ditulis dengan tangan menggunakan tinta kallam yaitu alat tulisnya dibuat dari bulu ayam dengan tinta asap dari lampu teplek. "Dikerjakan setelah isya dan subuh sudah selesai hingga 30 juz," tutur Ramli.